Gaya Hidup

Mengenal Apa Itu Eating Disorder

Ayonews, Jakarta

Eating disorder pada dasarnya adalah gangguan mental dan emosi yang menunjukan sifat obsesif terhadap makanan, berat dan bentuk tubuh. Hal ini akhirnya menimbulkan upaya-upaya untuk mengatur asupan makanan dari cara yang ringat hingga ke tahap ekstrim. Penderita eating disorder ini pada umumnya sering kali merasa tidak bahagia hingga mereka bisa mencapai berat atau bentuk tubuh yang mereka harapkan. Kebanyak penderita eating disorder adalah perempuan. Fakta membuktikan bahwa 1 dari 100 remaja perempuan di dunia mengalami ini, rata-rata berusia 13-25 tahun. Eating disorder ini terbagi kedalam beberapa jenis, dan berikut adalah sedikit ulasannya.

Anorexia Nervosa

Penderita anorexia selalu memiliki anggapan bahwa mereka akan lebih bahagia, akan lebih sukses dan akan lebih disukai jika berat badan mereka turun. Itulah sebabnya mereka selalu berusaha untuk menurunkan berat badan mereka serendah mungkin. Penderita anorexia selalu berpikir bahwa mereka gendut saat sedang berkaca, meskipun beberapa orang beranggapan bahwa bentuk tubuh mereka sudah cukup ideal. Hal ini yang membuat penderita anorexia makan hanya sedikit dan cenderung menghukum diri mereka bila berat badan yang diinginkan tidak tercapai.

Bulimia Nervosa

Kebanyak penderita Anorexia Nervosa sebenarnya sudah memiliki berat badan yang ideal, dan mereka berusaha keras untuk mempertahankannya, namun cara yang dilakukan kurang tepat atau malah berlebihan. Penderita bulmia bisa saja memakan satu porsi atau lebih, namun sesudahnya mereka menghukum diri dengan memuntahkan apa yang sudah mereka makan, meminum obat pencahar serta olahraga yang gila-gilaan

Binge Eating Disorder

Penderita binge eating disorder biasanya memakan dalam porsi besar berulangkali hingga tak terkontrol. Beberapa karakteristik penderitanya biasanya makan terus terusan, makan cepat atau malah makan sebelum merasa lapar, sampai akhirnya mereka memiliki perasaan bersalah, malu dan benci karena sudah makan terlalu banyak, namun perasaan ini mereka balas dengan makan lebih banyak lagi. Kebanyakan dari mereka memiliki penyakit obesitas yang dapat menyebabkan kardiovaskular dan darah tinggi.

Eating disorder tidak hanya mempengaruhi kondisi fisik penderitanya saja, tetapi juga memiliki dampak psikologis, diantaranya berbohong dan menutupi kebiasaan buruknya ini, merasa gelisah, merasa takut dan cemas berlebihan soal makanan bahkan selalu menganggap dirinya jelek dan tak berharga. Cara menghilangkan eating disorder tentu tidak mudah, bila sudah berurusan dengan psikologis, karena ini tergantung dari mind set penderita, selama ia menganggap eating disorder adalah jalan terbaik untuk memperbaiki bentuk tubuh, maka kebiasaan itu tak akan bisa dirubah. (NA)

Most Popular

To Top