Gaya Hidup

Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Silent Treatment

Ayonews, Jakarta

Silent Treatment memang perlu dilakukan untuk menghadapi konflik dengan pasangan, tapi kalau salah-salah itu hanya membuat masalah menjadi makin keruh. Berdasarkan penelitian, lebih dari 14 ribu pasangan kerap melakuakn silent treatment. Namun, hal ini tentunya dapat mengancam hubungan Anda dengan pasangan, maka perlu perhatikan langkah-langkah dibawah ini untuk menghadapi silent treatment dengan cara yang benar.

Cari tau alasannya

Coba Anda cek lagi, apa alasannya mengapa Anda atau pasangan melakukan silent treatment. Ketika pasangan Anda mulai menunjukan gejala shutting down, coba tanyakan pertanya yang sama. Anda dan pasangan bisa saling jujur dan terbuka, hal ini bisa menjadi awal nostalgia Anda dan pasangan pada masa awal-awal pacaran atau menikah.

Tentukan waktu berakhirnya

Kadang silent treatment memang bisa menjadi cara untuk menghadapi masalah, asalkan alasannya tepat. Jika alasan Anda dan pasangan untuk menjaga atau melindugi diri sendiri, maka tAndanya Anda butuh waktu untuk benar-benar memikirkan permasalahan serasional mungkin hormatin jeda “time out” masing-masing. Tapi, jangan lupa tentukan kapan silent treatment harus berakhir, untuk menemukan solusi dari maslah Anda dengan pasangan.

Speak Up!

Jangan terlalu lama dengan silent treatment, karena semakin lama hal ini hanya membuat kita menebak-nebak apa yang ada di pikiran pasangan kita dan tidak menyelesaikan masalah. Kita akan merasa semakin tidak nyaman dengan begitu pikiran kita menjadi semakin tidak rasional. Jadi ungkap kan apa yang Anda rasakan, buat mereka tahu tentang perasaan kita, dan jadikan silent treatment sebagai pelajaran serta tidak mengulanginya lagi. (NA)

 

Most Popular

To Top