Hukum

Eksekusi Mati Gelombang III, Freddy Budiman dapat Nomor Urut Pertama

Ayonews, Jakarta

Kejaksaan Agung akan eksekusi mati gelombang III dalam waktu dekat. Salah satu yang masuk daftar itu adalah terpidana mati Freddy Budiman.

“Saya akan desak untuk Freddy pun segera dieksekusi. Freddy Budiman termasuk target kita, kita akan desak itu,” ucap Jaksa Agung M Prasetyo sebelum rapat paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/5/2016).

Selama ini Freddy mengatakan akan menggunakan hak hukum tersisa yaitu PK, namun tidak pernah ada kepastian soal proses itu. Itu juga alasan dia bisa lolos dalam eksekusi dua gelombang sebelumnya.

“Waktu itu kan dia katakan akan mengambil hak hukum PK, tapi harus segera dipastikan kapan mengajukan PK. Kita nggak bisa nunggu lama-lama,” ujar Prasetyo.

Selain dihukum mati, tujuh hak Freddy juga dicabut. Yaitu:

1. Mencabut hak komunikasi terdakwa.
2. Pencabutan hak untuk menjabat segala jabatan
3. Hak untuk masuk ke dalam institusi angkatan bersenjata.
4. Hak memilih dan dipilih dalam proses demokrasi.
5. Hak untuk menjadi penasihat atau wali pengawas bagi anaknya.
6. Hak penjagaan anak.
7. Hak mendapatkan pekerjaan.

Soal terpidana mati asal Filipina Mary Jane, yang juga masuk dalam daftar namun lolos dieksekusi gelombang ke-II karena masih ada upaya hukum, hingga kini Kejaksaan Agung masih menunggu selesainya proses hukum di Filipina.

“Ya nanti kita tanya ke pemerintah Filipna karena proses hukumnya di sana. Sudah kita tanya tapi mereka katakan masih dalam proses,” ucap Prasetyo.

Sebagaimana diketahui, eksekusi mati gelombang ke-III akan digelar di Nusakambangan dalam waktu dekat. Jaksa Agung memastikan seluruh yang akan dieksekusi adalah kasus narkoba.

Namun soal jumlah dan waktu belum diumumkan. Sebagian nama yang santer disebut akan dieksekusi mati adalah kelompok Tangerang Nine, yaitu sembilan orang yang dihukum mati karena membuat pabrik narkoba terbesar ketiga di dunia di Tangerang.

Ketua kelompok Tangerang Nine, Benny Sudrajat kembali mengendalikan jaringannya untuk membuat pabrik narkoba dari balik jeruji besi.(***)

Most Popular

To Top