Internasional

Tokoh Kontroversial Rodrigo Duterte Unggul di Perhitungan Pilpres Filipina

unduhan (13)

Walikota Davao Rodrigo Duterte

Ayonews, Manila
Pemilihan umum dan pemilihan presiden Filipina hari ini Senin (9/5) telah selesai. Hasil hitungan sementara, Wali Kota Davao Rodrigo Duterte yang dikenal kontroversial memimpin perolehan suara.

Duterte yang menjabat Wali Kota Davao sejak tahun 1988 ini menjadi kandidat paling dijagokan. Visi dan seruan kampanye Duterte yang brutal namun dianggap menjadi solusi cepat untuk mengatasi persoalan besar Filipina, terutama maraknya tindak kriminal, korupsi dan kemiskinan.

Dilaporkan CNN Philippines seperti dilansir AFP, Senin (9/5/2016), sejauh ini baru 8 persen suara yang dihitung oleh komisi pemilihan umum Filipina. Untuk sementara, Duterte memimpin dengan 1,13 juta suara, nyaris dua kali lipat dari kandidat yang menduduki posisi kedua.

Mar+Roxas+Result+Imminent+Philippines+Election+xAIrNSD7adYl

Manuel Rojas calon yang didukung Aquino.

Posisi kedua, menurut CNN Philippines, ditempati oleh Senator Grace Poe yang meraup 757 ribu suara. Sedangkan posisi ketiga diduduki oleh Manuel ‘Mar’ Roxas yang tidak disebut perolehan suara sementaranya.

Ketika dimintai tanggapan oleh CNN Philippines soal hasil sementara itu, Duterte mengambil pendekatan berhati-hati. “Saya belum menang hingga saya ada di sana. Jika memang takdir saya untuk ada di sana, maka saya menerimanya,” ucapnya.

Selain Duterte, ada empat kandidat lainnya yang memperbutkan suara rakyat Filipina untuk menggantikan Presiden Benigno Aquino. Mereka adalah Manuel ‘Mar’ Roxas — mantan Menteri Dalam Negeri yang didukung Presiden Aquino, kemudian Grace Poe — senator Filipina, lalu Miriam Santiago — juga seorang senator Filipina dan Jejomar Binay yang kini menjabat Wakil Presiden Filipina.

images

Grace Poe, Senator.

Hasil sementara itu sesuai dengan sejumlah polling terbaru yang digelar menjelang pemilu Filipina. Sedikitnya dua jajak pendapat yang digelar pekan lalu, menunjukkan Duterte memimpin sedikitnya 11 persen suara dari rival terdekatnya. Grace Poe dan Roxas diprediksi sebagai kandidat yang paling mampu menyaingi Duterte.

Sosok Duterte yang menjadi favorit publik, dianggap mengkhawatirkan oleh pemerintahan Presiden Aquino. Retorika berapi-api dan sumpah Duterte untuk membunuh setiap pelaku kriminal, menuai kekhawatiran akan kepemimpinan bergaya otoriter.
Pekan lalu, Presiden Aquino meminta kandidat lainnya untuk bersatu dan menghalangi Duterte memenangi pemilu.(***)

Most Popular

To Top