Gaya Hidup

Jangan Sepele-kan Kesan Pertama

Ayonews, Jakarta

Ya, kesan pertama yang notabene hanya disimpulkan dari tampilan luar saja memang sulit untuk dihindarkan. Studi-studi tentang kesan pertama bahkan menunjukkan bahwa kesimpulan itu dibuat hanya dalam waktu 3 detik hingga 2 menit saja! Artinya, ketika Anda pertama kali bertemu orang, Anda hanya punya waktu yang sangat singkat untuk menciptakan kesan pertama yang baik. Selanjutnya, kesan pertama yang baik akan mendukung mulusnya kelanjutan interaksi dan inilah yang memberi Anda waktu tambahan untuk menunjukkan ”isi” Anda. Tapi kalau Anda keliru bertindak dan memberi kesan pertama yang buruk, bisa jadi lawan bicara Anda akan enggan melanjutkan interaksi dan kandaslah harapan Anda untuk bisa menampilkan diri sebagaimana mestinya. Dari sini Anda bisa membayangkan bagaimana dampak kesan pertama pada karier Anda, bisnis Anda, dan kehidupan sosial Anda. Nah, bagaimana cara menciptakan kesan pertama yang baik?

Perhatikan penampilan fisik

Penampilan – mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki – akan menjadi perhatian pertama. Perhatikan keserasian, kerapihan, dan kebersihan pakaian Anda. Dandanan, gaya rambut, bahkan sepatu. Bukan hanya itu, berikan juga kesan sehat dan segar. Usaha ini adalah untuk menciptakan kesan yang baik agar mereka mau memberi waktu guna melanjutkan interaksi. Nah, ketika interaksi mulai bergulir, itulah kesempatan Anda untuk memperkenalkan diri lebih lanjut.

Kendalikan ekspresi wajah dan bahasa tubuh

Ketika kita pertama kali bertatapan dengan orang lain, yang terlihat adalah ekspresi wajah kita. Tampillah dengan gembira, tapi tulus dan tidak berlebihan. Yang paling penting adalah senyum ketika kita bersalaman dan menyapa. Bagaimana kita bersalaman ternyata juga penting lho! Genggaman yang lemah memberi kesan bahwa Anda tidak bersemangat atau kurang percaya diri. Sebaliknya, genggaman yang terlalu kuat mengesankan Anda kelewat antusias atau mendominasi. Sedang-sedang saja tapi cukup mantap. Tampillah dengan sikap tubuh yang tegas. Jangan menggaruk-garuk telinga, memainkan anak rambut atau pena hanya karena Anda gugup.

Bicara dengan jelaskan dan siapkan kata-kata pertama

Kata-kata pertama yang kita ucapkan kepada lawan bicara sangat penting untuk menampilkan kesan yang positif. Tidak perlu berbunga-bunga dan sarat pujian, tapi pastikan bahwa kata-kata pertama tersebut menunjukkan apresiasi kita bahwa dia sudah bersedia meluangkan waktu untuk bertemu dan ungkapkan ketulusan kita untuk berinteraksi dengannya, dan sebagainya.

Sapa menggunakan nama mereka

Hal yang menyenangkan jika orang yang baru kita temui langsung bisa mengenal kita. Artinya, ia punya cukup perhatian terhadap kita. Oleh karena itu gunakan nama lawan bicara dalam pembicaraan. Sapaan Pak Norman atau Ibu Lilis akan lebih memberi rasa nyaman, daripada Bapak atau Ibu saja. Intinya, kita harus bisa menunjukkan bahwa mereka bernilai dan saat tersebut perhatian Anda memang fokus pada mereka.

Memberi perhatian dan menjadi pendengar yang baik

Pastinya, jangan mendominasi pembicaraan. Beri kesempatan bagi lawan bicara, dengarkan dengan tulus dan jangan menginterupsi. Tunjukkan ekspresi bahwa Anda memperhatikan mereka. Jangan ragu untuk bertanya jika Anda kurang paham. Daripada respons Anda melenceng, lebih baik bertanya dengan pilihan kata yang netral.

Kalau perlu siapkan gadget

Memakai gadget mutakhir seperti,  smartphone,  computer tablet, dan sebagainya merupakan salah satu cara untuk membuat kesan yang kuat. Gadget yang mutakhir bisa menandakan bahwa kita adalah orang yang up-to-date, namun tentunya pastikan dulu kita menguasai penggunaannya. Jika tidak, kesan yang kita harapkan muncul justru menjadi kebalikannya. Kita akan terlihat gaptek (gagap teknologi). Selain itu, hati-hati juga dalam pemakaiannya, jangan terlalu berlebihan sehingga malah terkesan pamer. Misalnya meletakkan sejumlah perangkat mutakhir berjejer di meja padahal tidak digunakan di sepanjang pertemuan.

Hal-hal sederhana bukan? Ini memang baru sebagian, namun dengan menggali pengalaman kita sendiri, akan banyak pelajaran yang bisa ditarik. Oleh karena itu akan mudah sebetulnya bagi kita untuk memahami apa saja yang perlu dilakukan untuk menciptakan kesan pertama yang positif. (NA)

Most Popular

To Top