Ibukota

Cegah Konflik Horisontal dengan Islam yang Damai & Toleran

Saefullah-Sekda-ok

Sekda DKI Jakarta & Ketua PWNU DKI Jakarta Saefullah

Ayonews, Jakarta

Konflik horizontal antarkelompok masyarakat dan golongan banyak terjadi di hampir semua negara Islam. Penyebabnya karena para tokoh di Negara-negara itu lebih mementingkan kepentingan pribadi dan golongan daripada kepentingan negara dan masyarakat banyak.

“Karena itulah, kita bersyukur bisa hidup di negara berideologi Pancasila. Paham  nasionalisme harus terus dipupuk disamping juga tetap mengamalkan ajaran Islam yang damai dan toleran,” ucap Ketua Umum PBNU, Kyai Said Aqil Siroj, Minggu (8/5/2016).

Karena itu, lanjut Said Aqil, NU sebagai organisasi Islam harus mampu memimpin di depan dalam membentuk masyarakat Islam yang damai dan toleran. “Islam itu menjadi pedoman hidup warga NU, namun harus tetap memiliki jiwa nasionalisme. Bisa menghargai perbedaan dan bisa hidup tentram dengan mereka yang beragama lain,” ujarnya.

IMG-20160508-WA0000

Menyambung tausiyah, Ketua PBNU,  H.Saefullah, ketua PWNU DKI Jakarta  menekankan pentingnya kekompakan di antara pengurus NU dalam menjalankan program-program kerja di masa kepemimpinannya.

“Dengan kekompakan yang ada, tentu NU bisa memberikan contoh kepada masyarakat pentingnya persatuan dalam menjaga Islam nasionalis yang damai dan toleran,” katanya.

Sebagai orang pemerintahan, Sekda DKI ini juga mengungkapkan pentingnya menjaga amanah masyarakat terutama yang tinggal di Jakarta dan secara basional dalam  menjaga  kearifan budaya lokal.

“Sebagai warga NU, saya kan menjaga amanah yang diberikan warga NU dan masyarakat luas agar mampu bekerja dengan baik. Tidak hanya ditujukan kepada warga NU saja, tapi masyarakat luas. Di NU Jakarta memang saya memiliki tanggungjawab kepada warga NU. Namun di pemerintahan saya adalah milik masyarakat DKI keseluruhan. Di sinilah peran saya untuk member contoh kepada yang lainnya dalam menciptakan Islam yang damai dan toleran,” pungkasnya. (***)

 

Most Popular

To Top