Nasional

Nasdem Jangan Sok Narsis, Kivlan: Tak Ada Yayasan Atau Partai yang Terlibat Operasi Pembebasan 10 WNI ABK Brahma 12

images

Ayonews, Jakarta

Ada yang heboh saat proses pemulangan 10 WNI yang dibebaskan setelah disandera kelompok militan Abu Sayyaf. Salah satu stasiun TV nasional menayangkan liputan penuh hampir 12 jam proses pemulangan  WNI hingga di tanah air.

Berita jor-joran itu menayangkan Yayasan Sukma yang menjemput para anak buah kapal (ABK) untuk pulang ke Tanah Air. Yayasan yang berafiliasi dengan Partai Basten itu mengklaim  ikut berpartisipasi dalam upaya pembebasan para sandera.

Namun klaim tersebut ditepis Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen, salah satu anggota tim negosiator dalam upaya pembebasan 10 anak buah kapal Brahma 12. Kivlan mengaku tak tahu-menahu terkait Yayasan Sukma yang menjemput para anak buah kapal (ABK) untuk pulang ke Tanah Air.
Menurut Kivlan, Yayasan Sukma tak ikut berpartisipasi dalam upaya pembebasan yang dilakukan pihaknya. “Yayasan (Sukma) datang tanggal 27 April hingga 1 Mei, tiba-tiba menjemput, tidak ikut operasi,” cetus Kivlan, Selasa (2/5/2016).

Memang Yayasan Sukma menjemput ke 10 ABK tersebut menggunakan pesawat pribadi milik Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Namun sekali lagi Kivlan menegaskan KivlanIa, tidak yayasan atau partai mana pun yang terlibat dalam upaya penyelamatan ini.
Kivlan pun menyayangkan jika ada pihak yang mengklaim telah melakukan penyelamatan, tetapi tak terlibat dalam operasi.

Menurut Kivlan, proses negosiasi telah dimulai sejak 27 Maret 2016. Misi penyelamatan tak lepas dari bantuan Pemerintah Filipina, salah satunya Gubernur Sulu Abdusakut Toto Tan II yang merupakan keponakan pemimpin Moro National Liberation Front (MNLF), Nur Misuari.

Misuari pun merupakan rekan Kivlan saat bertugas dalam Pasukan Perdamaian Filipina Selatan pada 1995-1996.

Kivlan mengaku, pengalaman itu menjadi salah satu alasan dirinya diajak menjadi bagian dalam tim negosiator. Ia enggan mengungkap pihak yang memintanya terlibat karena operasi intelijen masih berjalan.

Sepuluh ABK tersebut kini sudah bersama keluarga masing-masing setelah dibebaskan oleh kelompok Abu Sayyaf. Namun, masih ada empat warga negara Indonesia yang disandera.(***)

Most Popular

To Top