Nasional

Kisah WNI Disandera Abu Sayyaf, Tak Pernah Disakiti, Diberi Makan Mangga Campur Nasi

001049000_1462151437-hitam_istri_abk

Ayonews, Jakarta

Berbagai peristiwa menegangkan saat disandera kelompok militan Abu Sayyaf diceritkan seorang mantan sandera yang bebas, Mualim I/Chief Office Kapal Brahma 12, Julian Philip kepada wartawan usai serah terima 10 WNI yang disandera dari pemerintah ke perwakilan keluarga di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (2/5/2016).

Julian mengisahkan saat detik-detik pembajakan dirinya dan kesembilan WNI lainnya dalam perjalanan di perairan Filipina.

Pembajakan dimulai tanggal 25 Maret 2016 pukul 15.20 waktu setempat local time. Secara tiba-tiba, mereka datang ke kapal, langsung boarding di kapal dengan speed boat.

“ Ada dua perahu. jadi semuanya ada delapan orang yang naik ke kapal. Bersenjatakan senapan M14 dan M16,” katanya.
Menurut Julian, awalnya para awak kapal Brahma 12 tak terlalu curiga dengan kehadiran mereka. Pasalnya, ke 8 orang yang naik kapal itu berseragam nasional Police Phillippines.

“Ternyata mereka kelompok Abu Sayyaf. Di bawah todongan senjata lengkap dengan peluru yang besar-besar, mereka langsung sandera kita,” ujar Julian.

kemudian, lanjut Julian, para militant itu mengikat dan memborgol dia dan kesembilan awak kapal lainnya . “Kita semat mohon sama mereka agar kita jangan diikat karena kita tidak akan lawan. Kita akan ikuti apa kemauan mereka. Di situ mereka setuju dan kita dilepaskan dari ikatan dan borgol,” tutur Julian.

Setelah itu, kapal yang dibajak dibawa ke daerah Tawi-Tawi. Di situ awak kapal diminta melepas kapal tongkang yang digandeng.

” Jadi di sebelah utara Tawi-tawi kapal itu langsung ditinggalkan  gitu saja dan kita disuruh naik ke speed boat,” sambungnya.

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke sebuah pulau yang tidak diketahui para sandera. Setelah sampai para sandera dibawa ke tengah hutan. Di hari keempat, mereka dipisah demi keamanan.

“ Karena kalau kita moving dari satu tempat ke tempat lain itu kan mebahayakan kita juga. Jadi masalah keamanan itu juga dijaga sama mereka. Karena mereka nggak mau para sandera ini ada yang meninggal. mungkin juga pikir mereka kalau ada satu orang yang meninggal mungkin uang itu tidak dapat,” paparnya.

Sementara itu Juru Mudi Brahma 12, Wawan Saputra menyebut para penyandera memberi makan WNI sama dengan santapan kelompok Abu Sayyaf. “Makannya seperti mangga, mangga, nasi, gitu saja . Jadi apa yang mereka makan kami makan,” sambungnya.

Dipastikan Wawan, saat disandera selama sekitar 5 minggu, tidak ada kekerasan yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf. “Nggak ada . Kekerasan fisik nggak ada sama sekali,” sebutnya.(***)

Most Popular

To Top