Ibukota

Almarhum Imam Besar Istiqlal Wasiatkan ke Haji Lulung; Jangan Perdebatkan Pemimpin yang Tak Seiman

 

324209_imam-besar-masjid-istiqlal-musthafa-ya-qub_663_382

Almarhum imam Besar Istiqlal KH Ali Mustafa Yaqub

Ayonews, Jakarta

Kepergian Imam besar Masjid Istiqlal, KH Ali Mustafa Yaqub untuk selamanya membuat banyak orang merasa kehilangan. Tak hanya masyarakat umum, ulama, kiai atau murid-muridnya, tapi juga politisi dan pejabat negara pun ikut berduka.

Banyak kesan dan wasiat yang ditinggalkan Sang Imam kepada semua orang. Termasuk Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana. Politisi PPP yang akrab disapa Haji Lulung ini mengaku terkesan dengan cara KH Ali Mustafa dalam menyampaikan dakwah agama.

“Saya mengucapkan turut berduka cita semoga almarhum semasa hidupya diampuni segala dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya dan ditempatkan di sisi Allah SWT,” kata Haji Lulung di Jakarta Barat, Kamis (28/4).

Haji Lulung mengaku sering berkonsultasi dengan almarhum Kiai Mustafa. Dia mengatakan banyak belajar dari pandangan-pandangan selaku tokoh agama dan menjadi catatan dalam hidupnya. Seperti soal toleransi dalam beragama.

Menurut Lulung, setiap orang berhak meyakini agama dan kepercayaan masing-masing. Semua lintas agama sudah sepakat untuk menciptakan kerukunan umat beragama.

“Menciptakan kerukunan umat beragama itu adalah tujuan dari lahirnya Indonesia,” tegas Haji Lulung.

Ada satu wasiat yang membekas dalam ingatan Haji Lulung. Dalam hidupnya, almarhum pernah berpesan kepada Haji Lulung terkait pelaksanaan Pilkada atau pemilihan kepala daerah.

Menurut Haji  Lulung jika toleransi beragama telah mencapai kesepakatan, maka persoalan melarang memilih pemimpin yang bukan dari ajaran agama. Sebab itu merupakan ajaran agama yang tidak perlu lagi untuk diperdebatkan.

“Kalau kita sudah melakukan semua itu kita tidak perlu khawatir lagi soal ada agama yang melarang dalam hal ini dalam ajaran agamanya untuk tidak boleh memilih pemimpin dari yang bukan seiman. Itu sudah tidak boleh lagi diperdebatkan karena itu ajaran,” papar Lulung.(***)

 

Most Popular

To Top