Ibukota

Ahok: Banyak PNS Pemalas dan Suka Ngimpi, Maunya Gaji Enak, Sabetan Gede

images (18)

Ayonews, Jakarta

Salah satu cara untuk memajukan sebuah negara adalah dengan memaksimalkan kerja para pegawai negeri sipil (PNS). Sayangnya kinerja PNS di Indonesia mau enaknya aja. Gaji enak,  sabetan gede.

Karena itulah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok menerapkan sistem di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berbeda dengan Pemda lainnya. Ahok menerapkan sistem yang membuat seorang PNS dituntut harus bekerja maksimal bila tidak ingin ditendang dari jabatannya.

“Orang bilang cara saya salah. Memang, cara yang dulu betul? Kalau betul, republik ini sudah maju, tidak kalah sama Malaysia, tidak kalah sama Singapura,” kata di Balai Kota, Jumat (29/4/2016).

“Apa yang salah? Siapa yang salah? Salah satunya birokrat. PNS kita lambat, terlalu malas, makanya saya mau melawan untuk mengubah stigma itu,” tambah Ahok di Balai Kota, Jumat (29/4/2016) saat melantik 150 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Menurut Ahok, sistem yang kini diterapkannya di Pemprov DKI sama dengan yang diterapkan di perusahaan-perusahaan swasta.

Namun, ia menilai, tidak ada yang salah dengan sistem itu. Terlebih lagi, ia menyatakan, para PNS Pemprov DKI kini sudah mendapat gaji yang relatif tinggi. Ahok menyatakan, di Pemprov DKI, seorang PNS yang tidak memiliki jabatan alias staf sudah mendapat gaji Rp 13 juta.

“Jadi, seorang CPNS yang baru masuk aja udah digaji Rp 13 juta, eselon IV dapat Rp 30 juta, eselon III dapat Rp 40 juta. Kerja mati-matian di bank cuma dapat Rp 4,5 juta, lho. Ya wajar, dong, saya menuntut PNS bekerja profesional seperti swasta,” kata Ahok.

Ahok menyadari, sistem yang dibangunnya tidak disenangi oleh banyak PNS. Namun, Ahok menekankan, ia tidak akan peduli.

“Banyak yang masih ingin mending kayak dulu, gaji enak, sembatannya besar. Saya kira, Anda masih tertidur dan bermimpi,” ujar dia.(***)

Most Popular

To Top