Korupsi

La Nyalla Pulanglah, Mau Dijemput Paksa atau Serahkan Diri?

la-nyalla

Ayonews, Jakarta 

 Tersangka kasus dugaan TPPU dana hibah Kadin tahun anggaran 2011-2014 La Nyalla Mattalitti ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Paspor La Nyalla juga telah dicabut izinnya oleh Imigrasi. 


“Kita berharap La Nyalla ini memahami dan menjalani proses hukum yang ada,” ujar Jaksa Agung Muhammad Prasetyo Rabu (27/4/2016).

Prasetyo menyebut Kejati Jatim terus berkomunikasi dengan kedutaan besar negara setempat, terutama Singapura. Prasetyo berharap La Nyalla segera mematuhi proses hukum, yaitu datang sebagai WNI yang baik untuk diperiksa sebagai tersangka oleh tim penyidik Kejati Jatim.

“Kalau dia merasa enggak bersalah ya sampaikan saja. Dia kan juga bisa saya kan punya hak untuk membela diri. Jangan gunakan cara-cara yang justru menunjukan kesan dia tidak memenuhi proses hukum, itu enggak bagus untuk dia sendiri,” ujar Prasetyo.

Prasetyo menyebut La Nyalla semestinya bisa saja datang atas pemanggilannya dengan menyangkal hal-hal yang dituduhkan. “Dia kan bebas dong memberikan keterangan, mau mungkir pun dia bisa saja kan sebagai tersangka itu hak dia untuk mungkir, tapi kan penyidik kejaksaan punya bukti-bukti,” ujar Prasetyo.

Terkait kerjasama dengan interpol, Kejati Jatim sudah meminta Mabes Polri untuk segera menerbitkan red notice. Untuk menerbitkan red notice, itu merupakan kewenangan Kapolri Jendral Pol Badrodin Haiti.

“Tanya ke Kapolri, Kejati Jatim sudah minta itu (nama La Nyalla masuk dalam website interpol sebagai buronan),” ujar Prasetyo.(***)

Most Popular

To Top