Ibukota

Kisah Seorang Nenek yang Ditolong Ahok dan Ancaman Mundur Para Pejabat DKI

8539816_201604191117260389

Ayonews, Jakarta

Tak hanya sekali atau dua kali Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menerima ancaman pengunduran diri para pejabat DKI sejak dirinya masih menjabat sebagai Wakil Gubernur.

Terhitung sudah ada enam pejabat eselon II yang mengundurkan diri sejak Ahok menjabat sebagai Wagub.

“Kalau bilang kabarnya (pejabat) mundur sudah saya dengar sejak jadi Wagub,” kata Ahok, di RPTRA Mawar, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (26/4/2016).

Ahok pernah membongkar  gertakan yang dilakukan internal Pemprov DKI kepadanya. Menurut Ahok, cerita bermula dari pertemuannya dengan seorang nenek yang menangis di Rusunawa Marunda. Nenek itu mengaku sudah meminta unit rusun sejak tiga tahun lalu. Namun, tidak juga diberikan oleh UPT Rusun Marunda.

Ahok pun mengurus permasalahan sang nenek. Pejabat UPT Rusun Marunda pun berjanji bakal memberi rusun kepada si nenek.

“Saya pergi cek kapal, sampai di Muara Baru sudah jam 6-an, harus nyeberang buat sampai rumah saya. Ajudan bilang, kita pulangnya naik mobil saja karena ada ombak besar. Wah, perasaan saya pasti ada yang enggak ikhlas nolong nenek itu,” kata Ahok.

Saat kembali ke Marunda, Ahok bertemu lagi dengan sang nenek. Namun, nenek itu masih belum juga didaftarkan mendapat unit rusun. Kata si nenek, pejabat UPT Rusun Marunda langsung pergi begitu saja.

“Saya bawa nenek ini ke pendaftaran. Sampai di situ, ada PNS, ada non-PNS di pendaftaran rumah susun. Semua lihatin saya, Kepala UPT-nya pergi,” kata Ahok kesal.

Parahnya, tak ada satupun yang mau memberi daftar penerima unit rusun kepada Ahok. Saking kesalnya, Ahok sampai meminta sang ajudan untuk mempersiapkan senjata jika perlawanan terjadi.

Keesokan harinya, Ahok meminta Joko Widodo yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk memecat seluruh pejabat UPT Rusun Marunda. Kemudian Ahok mengaku langsung didatangi oleh Novizal yang  menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta.

“Pak Novizal datang dibawa sama Pak Putu (mantan Kepala Dinas P2B Putu Indiana) dan Pak Moko (mantan Asisten Sekda bidang Pembangunan Wiriyatmoko), bawa surat ke saya. Katanya Pak Novizal mau mengundurkan diri kalau semua (pejabat) UPT dipecat, itu tembusan ke gubernur,” kata Ahok.

“Katanya, ‘Kalau Bapak pecat, ini pejabat eselon II akan mundur semua’,” kata Ahok.

Ternyata, lanjut dia, surat tembusan belum diterima Jokowi. Sehingga, ia menganggap hal ini sebagai gertakan dari anak-anak buahnya. Akhirnya Jokowi mengizinkan Ahok memecat para pejabat UPT Rusun Marunda.

“Dari dulu saya digertak. Saya justru, (PNS) mogok semua saja, biar hemat gaji,” kata Ahok.

Novizal pun menjadi pejabat eselon II pertama yang mengundurkan diri. Disusul oleh mantan Sekretaris Daerah Fadjar Panjaitan, mantan Wali Kota Jakarta Barat Burhanuddin, mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Energi Haris Pindratno, mantan Kepala Dinas Tata Air Tri Djoko Sri Margianto, dan Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi.(***)

 

Most Popular

To Top