Ibukota

Bu Mega, Jangan Calonkan Yusril, Dia Pecundang di Sidang Umum MPR 1999

4Megawati-Antara_1
Ayonews, Jakarta

Harapan agar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak mengusung Yusril Ihza Mahendra pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 muncul di dunia maya. Netizen meminta banteng moncong putih mencalonkan figur selain Yusril.

“@PDI_Perjuangan Ibu saya simpatisan PDIP mohon lamaran Yusril mau cagub DKI lewat PDIP jgn diterima, dulu pernah menyakiti ibu Mega,” kicau H Ambarita di akun @67104a615da9472.

Cerita yang dimaksud Ambarita sepertinya merujuk peristiwa Sidang Umum MPR Oktober 1999. Ketika itu Yusril menjadi pecundang kekalahan Megawati Soekarnoputri dalam pemilihan presiden.

Yusril yang ketika itu adalah Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) di atas kertas akan mengantongi dukungan sebanyak 232 suara. Jumlah ini jauh berada di atas Gus Dur, ketika itu Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang diperkirakan akan mengantongi 185 suara. Sementara Megawati dipastikan berada di tempat pertama dengan setidaknya 305 suara.

Tetapi atas kesepakatan pentolan Poros Tengah, Amien Rais (PAN), Akbar Tandjung (Partai Golkar), Hamzah Haz (PPP), Matori Abdul Djalil (PKB), dan juga Yusril (PBB), akhirnya Yusril sepakat mengundurkan diri dari arena pemilihan presiden. Mereka sepakat memberikan dukungan penuh kepada Gus Dur. Dengan sikap ini Megawati hanya menjadi wakil presiden.

Pemilik akun @RustamIbrahim, Rustam Ibrahim, menyampaikan hal senada. Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang dikenal sebagai loyalis Jokowi itu mengingatkan soal perbedaan ideologi perjuangan antara Yusril dan Megawati.

“Jika idola Megawati itu Bung Karno dan idola Pak Yusril Muhammad Natsir; ketahuilah keduanya scr idelogis dan politis tidak pernah bersama,” cuitnya.

Netizen lain malah mensejajarkan Yusril dengan Haji Lulung yang beberapa waktu lalu membuat kehebohan karena salah mengucapkan UPS dengan USB.

“Tp klo dlm pilkada DKI lawannya Ahok yg ini-ini aja, Yusril, Sandiaga, Lulung, saya ga akan pilih mereka, kecuali ada cagub yg lbh menarik,” kicau akun @matahatikoe,

Ada juga yang mempertanyakan komitmen Yusril membela warga Luar Batang, Penjaringan, yang akan ditertibkan pemprov DKI. Diyakini, Yusril mau memberikan pendampingan hukum untuk mencari simpati jelang pemilihan.

“Andai tdk ada Pilgub 2017 maukah Yusril ke Batang unt membela penggusuran? Ataukah ini kampanye? Tapi blm resmi cagub? Bisa? KPUD yg tahu,” kicau akun @muzamil_imran.

Yusril Ihza mengikuti pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dari PDIP. Selain Yusril ada 22 nama lain yang mengikuti. Mereka antara lain wartawan senior Teguh Santosa, Pengurus Harian DPP Partai Demokrat Hasnaeni, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung H. Lulung dan pengusaha yang juga pengurus Partai Gerindra Sandiaga Uno. (***)

Most Popular

To Top