Internasional

Uang Tebusan Tak Ada, Abu Sayyaf Penggal Kepala Sandera Warga Kanada

images-44

Ayonews, Mindanao

Setelah batas waktu pembayaran uang tebusan sandera terlewati, kelompok militan Abu Sayyaf memenggal seorang pengusaha Kanada yang mereka sandera.

Sebuah kepala manusia ditemukan di sebuah pulau terpencil beberapa jam setelah tenggat waktu pembayaran yang ditetapkan Abu Sayyaf terlampaui. Militer Filipina belum memastikan apakah kepala yang ditemukan itu adalah milik Risdel atau sandera lainnya.

Sandera tersebut adalah John Risdel (68), seorang konsultan pertambangan, tinggal di Filipina. John diculik bersama tiga orang lainya di Mindanao pada September tahun lalu.

Abu Sayyaf, yang kini menyatakan kesetiaan terhadap Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), menetapkan batas waktu pembayaran uang tebusan pada Senin pukul 15.00.

Kelompok ini meminta tebusan sebesar 4,5 juta poundsterling atau Rp 86 miliar untuk kebebasan Risdel dan dua sandera Barat lainnya, Robert Hall (50), juga warga Kanada dan Kjartan Sekkingstad (56), warga Norwegia.

Nasib seorang sandera lainnya, Tess Flor (48), seorang warga Filipina, belum diketahui.

Kematian Risdel ini dikonfirmasi Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada Senin (25/4/2016) waktu setempat.

Dalam pernyataanya Trudeau menggambarkan, kematian Risdel adalah akibat sebuah aksi pembunuhan berdarah dingin. “Saya sangat terkejut mendengar kabar seorang warga Kanada yang disandera telah dibunuh,” kata Trudeau.

Pada 15 April lalu, Abu Sayyaf merilis video yang berisi permintaan uang tebusan untuk kebebasan para sandera itu. Video tersebut, oleh Abu Sayyaf, disebut sebagai sebuah “peringatan terakhir” untuk pembebasan para sandera itu.

Di masa lalu, kelompok Abu Sayyaf juga kerap mengancam akan membunuh para sanderanya. Namun, biasanya para sandera dibebaskan setelah mereka menerima uang tebusan.

Namun, Abu Sayyaf juga dikenal pernah memenggal warga setempat, yang paling baru adalah saat mereka memenggal dua warga Filipina awal bulan ini.Saat ini Abu Sayyaf juga diyakini tengah menyandera belasan orang yang berasal dari Indonesia dan Belanda.(***)

Most Popular

To Top