Ibukota

Cuma Bisa Curhat di Facebook dan Main Golf, Walikota Rustam Effendi Nggak Beres Kerjanya

images-28

 

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok mengaku bingung lantaran candaannya kepada Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi yang dituding pro-Yusril Ihza Mahendra dianggap serius. Meski begitu, Ahok tidak merasa bersalah.

“Saya enggak merasa bersalah, justru saya bingung dia sakit hati. Yang lain ketawa, saya bercanda kok di situ,” ujar Ahok di Balai Kota DKI, Senin (25/4/2016).

Menurut pemilik nama Basuki Tjahaja Purnama ini, sakit hatinya Rustam bukan karena kurangnya koordinasi antara dirinya dan bawahan. Melainkan karena sejak awal Rustam adalah bagian dari Geng Golf.

Geng tersebut, menurut Ahok, adalah kumpulan para pejabat eselon II yang hobi bermain golf dan sering bepergian ke luar negeri bersama. Sedangkan Ahok mengaku tak suka dengan pejabat yang membentuk geng atau kelompok-kelompok tertentu.

“Begitu selesai saya lantik (2 Januari 2015), sudah bisik-bisik tuh, termasuk dia (Rustam) juga. Eh, mau main golf di mana nanti? Ini geng golf sebetulnya. Saya enggak bisa, dong. Semua geng golf saya singkirkan,” kata Ahok.

Ahok bahkan mengaku pernah mendengar bahwa untuk dapat naik pangkat di DKI, seorang pejabat harus bergabung dalam geng golf.

“Dulu saya sering dengar cerita ini, kalau enggak main golf, sulit naik pangkat di DKI. Karena gengnya masih eselon 2, mainnya ke luar negeri ke mana-mana. Ya, saya enggak boleh dong marahin orang kalau kerjanya baik karena dia geng golf,” ucap Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur itu menyatakan Rustam telah meminta izin kepadanya untuk tetap bermain golf. Ahok pun mengizinkan dengan syarat kinerja tetap baik.

“Saya bilang sama Pak Rustam, ‘Eh emang main golf? Dia jawab, ‘Enggak Pak, saya seminggu dua kali, Pak. Saya minta izin tetap main golf, Pak’. Oke enggak masalah, tapi kerjanya mesti beres ya. Itu yang saya sampaikan,” tandas Ahok.(***)

Most Popular

To Top