Megapolitan

Deddy Mizwar Kualat, Ngomongin Jakarta Tenggelam, Eh Bekasi yang Kelelep

large-banjirbekasi-1

Ayonews, Jakarta
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar melontarkan usulan pengganti reklamasi pantai utara DKI Jakarta dengan justru membiarkannya tenggelam.

“Saya bilang sedikit bercanda, tapi mungkin benar. Jadikan saja seperti Venesia, jadi wisata air untuk yang harusnya tenggelam karena tanahnya terus turun 45 sentimeter setahun,” katanya di Bandung, Senin, (18 April 2016).

IMG-20160422-WA0002

Deddy mengatakan, pemerintah Jawa Barat lewat Perda Metropolitannya menetapkan wilayah Bogor, Depok, Bekasi-Bekasi, Karawang, Purwakarta sebagai kawasan metropolitan yang menjadi kembaran DKI atau twin-metropolitan.

Menurutnya, kawasan yang tenggelam di bagian utara itu tidak perlu penggusuran karena penghuninya secara alami bakal pindah karena kondisi alamnya demikian.

IMG-20160422-WA0003

“Alam yang memindahkan, gak ada yang digusur,” kata dia. Daerah yang tenggelam itu bisa dikembangkan menjadi kawasan hunian wisata air seperti Venesia.

Deddy Mizwar kualat kata orang Bekasi yang menjadi korban banjir ini. Yang tenggelam bukan Jakarta Utara tapi wilayah yang dipimpinnya. Perumahan Pondok Gede Permai  (PGP), Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Kamis (21/4), kelelep banjir hingga setinggi tiang listrik. Hal ini diakibatkan adanya tanggul kali Bekasi yang jebol.

Kapolsek Jatiasih, Kompol Aslan Sulastomo mengatakan, petugas yang melakukan evakuasi kesulitan karena terhalang kabel listrik. Sebab, ketinggian air sudah rata dengan tiang listrik sekitar 7 meter.

Menurutnya, masih banyak warga yang terjebak banjir di rumahnya belum dievakuasi. Selain kendala kabel, perahu karet yang dilengkapi dengan mesin jumlahnya terbatas. Karena itu diprioritaskan perempuan, lansia, balita, dan anak-anak. Banjir itu pun baru surut malam ini, Jumat (22/4/2016).

Selain PGP yang terparah, perumahan lain di bantaran kali Bekasi juga mengalami hal yang sama. Ketinggian air bervariasi mulai dari 2-3 meter. Petugas juga tampak di setiap titik banjir membantu evakuasi.

Ubertomo, seorang Kaskuser dan mengaku sebagai warga Bekasi yang terkena dampak banjir mengatakan bahwa banjir yang ia alami termasuk banjir terbesar. Menurutnya, banjir sepinggang yang menggenangi rumahnya bukan karena tanggul jebol dan isu-isu lain.

“Kalau pun tanggul jebol kontraktornya harus diperiksa pak. Ini masalah amdal dan ijin-ijin yg begitu gampang dikeluarkan pemerintah untuk perumahan-perumahan terutama yang berada di area serapan. Silakan di cek di Jatiasih ada Kompleks namanya Kemang Idi Graha itu jaraknya dari pinggir sungai cuma 10 meter paling-paling. Berarti tanah perairan disikat dong?” papar Ubertomo.

“Ayolah pak Aher dan Pak Deddy Mizwar saya sebagai warga Jabar nggak nuntut Anda berdua punya prestasi banyak. Cukup jalankan sistem dengan baik. Amdal dipikirkan supaya nggak banjir. Turun ke bawah pak liat kami korban banjir. Kami nggak butuh sumbangan. Yang penting bapak,bisa denger,” sambungnya.

Ubertomo bercerita bahwa warga yang tinggal di kompleksnya kebanyakan mereka yang berusia lanjut. “Wah sudah senang kami pak karena banyak warga di kompleks saya sudah tua pak. Kondisi rumah sangat berantakan semua perabotan terguling karena banjir. Butuh minimal 10-15 orang buat benahin rumah ke kondisi normal lagi pak. Kemarin itu (banjir) tsunami kecil bagi kami pak.Barang-barang elektronik,tempat tidur,sofa semua rusak pak,” curhatnya.(***)

Most Popular

To Top