Liputan Khusus

Bak James Bond, Bang Yos Kuntit Koruptor BLBI Samadikun Hartono Sampai ke Arena Balap F1 Sanghai

ANiBiq9MAYQprdWdIE_AUR6bXM-UYw8c7n2wHTyzYeQDtm6bTkwGsg6eANK0X5oAtsicIsYeltrKYGZZb8mrsWDSHd3juaLa3LgkBWw-nald-AgurSiFTiJQ3RLPm9_PIwRMMdn3cHwZkbms-EmgfXeitIPO3f3L-RePIsG0Z-2Kw69qXvt8Y8A=w515-h285-nc_1

Ayonews, Jakarta

Jauh-jauh hari Presiden Joko Widodo membisikkan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso bahwa ada tugas khusus yang akan dijalankan lembaga sandi negara itu. Jokowi meminta KaBIN yang akrab disapa Bang Yos itu untuk mengintai buronan koruptor yang berkeliaran bebas di luar negeri.

Padahal, saat itu Bang Yos, baru ditunjuk DPR sebagai Kepala BIN tunggal. Yang menjadi tantangan, tak hanya satu atau dua buronan, Jokowi memerintahkan Bang Yos untuk memburu semua buronan. Ada puluhan buronan koruptor yang masih melenggang bebas di luar negeri

Sesuai UU No 17/2011/ BIN punya kewenangan melakukan operasi intelijen di luar negeri, tak hanya di bidang keamanan atau terorisme saja. Tapi juga memburu koruptor. “Ada 33 buronan koruptor kakap yang sedang BIN intai,” kata Bang Yos kepada Ayonews.Com.

Bukan tanpa alasan Presiden mempercayakan tugas ini kepada Bang Yos. Pengalaman intelijen mantan Gubernur DKI  ini sudah teruji saat menjalani berbagai misi, mulai dari Kalimantan Barat, Operasi Flamboyan di Timor Timur hingga penangkapan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Prinsip Bang Yos, operasi senyap tak perlu pakai kekerasan. Pendekatan persaudaraan atau persahabatan selalu dikedepankan. Seperti saat menghadapi kelompok pengacau keamanan di Aceh, Kelompok Din Minimi.

Bang Yos melakukan pendekatan dengan hati. Hanya dengan pengawalan seorang ajudan, Bang Yos masuk ke hutan menemui Din Minimi. Tak ada kontak senjata, tak ada pertumpahan darah, Bang Yos sukses membawa Din Minimi turun gunung kembali ke pangkuan RI.

Lanjut ke misi pengintaian buronan koruptor. Perburuan pun dimulai. Dengan pengalaman bertahun-tahun di dunia intelijen, kemampuan dan pengalaman Bang Yos tak perlu diragukan. Kaki tangannya pun masih banyak di mana-mana. Tak hanya di dalam negeri, mantan Gubernur DKI ini juga punya pasukan rahasia di luar negeri yang menjadi agen-agen informannya.

Bak agen rahasia Inggris MI-6 dengan kode 007 James Bond,  Bang Yos berhasil menguntit dan mengawasi buronan yang menjadi targetnya.

Memang tak nyata seperti di film-film action James Bond. Tak ada baku tembak. Tak ada ledakan besar atau adu jotos seperti dalam film dengan lagu pembuka  Writing on The Wall yang dinyanyikan Sam Smith dalam setiap aksi James Bond. Tak ada juga cerita skandal-skandal percintaan dengan banyak wanita cantik dan seksi seperti dalam sepenggal kisah romantis jagoan bertampang dingin, flamboyan juga playboy itu.

Dalam aksi Bang Yos ini juga tak ada selingan kisah akibat ulahnya  membuat atasannya pusing tujuh keliling. Namun, dari Kota London asal  James Bond terlahir, Bang Yos mendapat banyak petunjuk dan info-info penting untuk memburu para koruptor yang kabur ke luar negeri.

Dalam kisahnya,  James Bond juga harus sendirian beraksi karena MI-6 sebagai badan intelejen yang mendukung 007, harus dilebur ke dalam MI-5 yang dipimpin C (Andrew Scott). Begitu juga Bang Yos harus bergerak sendiri dengan misi rahasianya.

Perburuan pertama adalah bekas Bupati Temanggung periode 2003 – 2006 Totok Ary Prabowo terpidana korupsi yang menjadi buronan Kejaksaan Negeri (Kejari) Temanggung. Totok yang tercantum di Daftar Pencarian Orang (DPO) NCB Interpol Indonesia ditangkap di Phnom Penh, Kamboja oleh tim gabungan BIN, Kejaksaan dan Kepolisian.

Perburuan pun berlanjut. Tiap hari dan tiap jam, Bang Yos selalu menerima info-info dari agen-agen di luar negeri soal tugas-tugas mereka mengintai buronan koruptor.

Di awal bulan April, seorang agen di China menginfokan munculnya seorang buronan BLBI Samadikun Hartono. Mantan Komisaris Utama Bank Moderen itu buron sejak tahun 2003 dan memiliki utang 169,4 miliar dan sudah divonis 4 tahun penjara. Saat itu, dikabarkan target sedang berada di Sanghai.

Untuk lebih mengintensifkan perburuan, Bang Yos datang langsung ke negeri Tirai Bambu tersebut. Di sana ia menyamar menjadi keynote speaker dalam sebuah acara di China. Ia pun bertemu sang agen yang menjadi informannya. Bahkan, si agen menunjukkan di mana target bergerak leluasa.

“Dalam kesempatan itu saya menghubungi Menkopolhukam dan beliau mendukung upaya penangkapan tersebut,” ujar Bang Yos.

Komunikasi terus berlanjut dengan agen  China yang menjadi kaki tangannya. Sang agen pun sampai menyusup ke orang-orang dekat Samadikun. Pergerakan Samadikun ke mana pun si agen tahu. Dan setiap info yang didapat langsung diserahkan kepada Bang Yos.

Bahkan ketika Bang Yos ikut rombongan Presiden ke London, Bang Yos terus mengarahkan sang agen untuk terus memantau pergerakan Samadikun. Si agen pun terpaksa bolak balik dari China ke London untuk berkoordinasi dengan Bang Yos.

Agak rentan bila komunikasi via telepon karena bagaimana pun ada kekuasaan besar yang masih melindungi maling kakap pencuri uang negara itu. Apalagi, konon kaburnya buronan BLBI saat itu melibatkan petinggi negera.

Hingga akhirnya  Bang Yos mendapat info intelijen bahwa Samadikun akan berada di Sanghai mau menonton Formula One. Target pun terkunci. Bang Yos langsung berkomunikasi dengan Tim Pemburu Koruptor yang terdiri dari BIN, Kejaksaan dan Kepolisian. Tim bersiap-siap membekuk buronan BLBI itu.

Namun dengan info tersebut, Bang Yos tak mau terburu-buru untuk menyimpulkan bahwa targetnya sudah di tangan. Ia masih harus berhati-hati. Salah tangkap bisa bahaya. Karena berada di negara orang.

Apalagi Samadikun saat itu menggunakan nama palsu. Tindakan itu dilakukan agar pemerintah Indonesia sulit melacak keberadaan terpidana 4 tahun penjara ini.

Tak ada kata putus asa bagi seorang intelijen sejati. Bang Yos menganalisis identitas Samadikun. Akhirnya Bang Yos berhasil  membongkar kepemilikan paspor  Samadikun.

Samadikun punya lima paspor dengan lima identitas yang berbeda. Dua paspor di antaranya berasal dari Gambia dan Dominika.

Merasa data yang didapat sudah valid, Bang Yos baru mengajak kepolisian dan kejaksaan serta agen intelijen China MSS (Ministry of State Securuity) bekerja sama untuk menangkap Samadikun Hartono.

Pada 14 April, Samadikun Hartono berhasil dibekuk saat menonton formula One di salah satu bangku penonton arena balap. Ketika ditangkap, Samadikun Hartono menyamar sebagai Tan Jimmy Abraham.(***)

Most Popular

To Top