Ibukota

Ahok The Lone Ranger

jadi-trending-topik-meme-ahok-ramai-di-twitter-1

Ayonews, Jakarta

Hiruk pikuk mewarnai perpolitikan ibukota DKI Jakarta sepanjang 2012 hingga 2016 ini. Siapa lagi kalau bukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang menjadi aktornya. Siapa pun yang tak sepaham dengannya dilawan.

 

Dari DPRD DKI, hampir semuanya menjadi lawan Ahok. Mulai dari ketua, wakil ketua hingga anggota. Ahok dan DPRD ibarat Tom n Jerry. Belum lama ini dia menantang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena lembaga itu mengusut  pembelian lahan RS. Sumber Waras.

 

Lain lagi pada perdebatan Ahok dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ahok mengaku telah dikriminalisasi hanya karena mendadak undangannya mendapat penghargaan di Hari Antikorupsi se-Dunia dibatalkan.

 

Terakhir, Gubernur mengancam akan membasmi habis Metromini di Jakarta karena mengancam akan mogok massal. Sebab buntut dari mogoknya Metromini pasti berimbas pada terlantarnya banyak warga, dan bukan tidak mungkin dampak lainnya akan banyak warga yang mencaci-maki Ahok karena dinilai menyebabkan mogoknya Metromini.

ahok-bintang-film-5

Yang lagi ramai soal kebijakannya menggusur kawasan-kawasan kumuh. Mulai Kampung Pulo, Kalijodo, Kawasan Kumuh Pulomas, Pasar Ikan dan yang paling menantang Ahok adalah kawasan Luar Batang.

 

Menghadapi Luar Batang, semua elemen yang menjadi musuh Ahok kumpul semua. Dari Ormas ada FPI, dari aktifis ada Ratna Sarumpaet, Wardah Hafidz, belum lagi muncul juga mantan jenderal Joko Santoso dan pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra. Sebagian anggota DPRD DKI pun tak luput ikut-ikutan membela.

 

Bukan hanya dari kalangan politisi, seniman, Ormas, LSM, artis seperti Ahmad Dhani yang menjadi ‘musuh’ Ahok, suami dari Veronica Tan itu juga harus berhadap-hadapan dengan Taipan-Taipan besar seperti pengembang Podomoro dan Agung Sedayu Group.

 

Tanpa pandang bulu, para Taipan yang salah pun diganyangnya. Seperti bangunan Fatmawati City Center Marketing Gallery milik Agung Sedayu Group di Jl TB Simatupang,Cilandak Barat digusurnya  karena tak memiliki izin mendirikan bangunan.

 

Musuh Ahok dalam selimut pun ada. Beberapa kali Ahok melemparkan pernyataan bahwa banyak PNS yang tidak suka padanya. Pejabat atau PNS yang tak bisa mengikuti iramanya dalam bekerja pun akhirnya tersingkir. Sudah jadi rahasia umum, Ahok menjadi raja tega kepada anak buahnya yang salah atau melakukan tindakan korupsi. Bahkan Ahok sendiri yang mengungkap aksi kejahatan bawahannya.

 

Meski jalan sendiri dengan pemerintahannya dan hanya mendapat dukungan dari relawan Teman Ahok, mantan Bupati Belitung Timur itu tak gentar. Apa yang menjadi keyakinannya, Ahok (The Lone Ranger) maju terus pantang mundur.

 

Meski banyak kalangan yang menghujat tindak tanduknya, tapi masih ada yang memujinya.

 

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mendapat pujian dari seorang cendikiawan. Profesor Syafii Maarif menyebutkan dengan gamblang gubernur yang akrab disapa Ahok itu merupakan petarung bernyali yang patut dimiliki negeri ini.

 

“Saya belum lama kenal dengan Gubernur, tapi yang saya tahu dia Gubernur petarung yang di otaknya hanya kerja, kerja,” kata Syafii, saat memberikan sambutan dan membuka kegiatan Jambore Pelajar se-Pulau Jawa 2015 Maarif Institute di Balai Kota Jakarta, Senin (21/12/2015).

 

Soal sikap Ahok yang mudah meledak-ledak, serta aksinya yang kerap arogan menantang banyak pihak, dikatakan Syafii, hal tersebut bukan masalah. Sebab, di tengah gejolak yang terjadi negara harus mengakui membutuhkan sosok seperti Ahok.

 

“Dia memang selalu berbenturan. Tapi enggak apa-apa negeri ini harus dipimpin orang yang berani, punya nyali, dan punya visi,” ungkapnya. Banyak masyarakat menitipkan agar Ahok tetap tegas tetapi banyak menambah hikmah saja(***)

Most Popular

To Top