Ibukota

Ajak Ahok Berantem, Ketua BPK: Saya Khawatir Rambut Tambah Botak

 

Screenshot_2016-04-16-22-32-03_1

Ayonews, Jakarta
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis mengaku tidak fokus dalam bekerja.  Dalam berapa pekan ini ia disibukkan dengan perseteruannya dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dalam gonjang-ganjing Rumah Sakit Sumber Waras.

Tak hanya itu, skandal Panama Papers jadi penyebab Harry makin terpojok. “Saya khawatir, rambut tambah botak,” kata Harry tersenyum seraya membuka peci, kemudian memperlihatkan bagian atas kepalanya yang tanpa rambut, seperti dikutip beritagar.

Harry sempat  meradang tatkala Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut audit lembaga yang dipimpinnya ngaco. Cetusan Ahok ini merujuk indikasi kerugian negara Rp191 miliar di pengadaan lahan rumah sakit itu.

Ia pun menantang Ahok di pengadilan untuk membuktikan ucapannya. “Dia (Ahok) tidak berani ke pengadilan, larinya malah ke media,” ujarnya.

Audit investigasi BPK memang menyeret Ahok diperiksa sebagai saksi di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Kuningan, Jakarta Selatan, selama 12 jam pada Selasa (12/4/2016) lalu. Itu adalah pertama kalinya Ahok dimintai keterangan dalam kasus dugaan korupsi lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

Tapi, Harry juga jadi sorotan di hari yang sama. Namanya beredar dan disebut dalam bocoran Panama Papers–dokumen rahasia yang memuat daftar para pengelolanya pajak di dunia.

Pria 59 tahun ini tercatat memiliki perusahaan cangkang di luar negara, tepatnya di yurisdiksi kawasan surga pajak British Virgin Island, bernama Sheng Yue International Limited.

Awalnya Harry membantah, namun akhirnya mengakui memiliki perusahaan cangkang seperti yang disebut dalam Panama Papers. Perusahaan itu dibuat atas permintaan anaknya yang menikah dengan warga Chile untuk dipakai usaha bersama. Di perusahaan itu Harry berstatus sebagai direktur di Sheng Yue dari 2010 hingga Desember 2015. Karena sibuk, ia baru melepas jabatan itu setahun setelah menjabat Ketua BPK. Desakan mundur pun menggema dari senayan dan juga pegiat antikorupsi.

Apalagi belakangan, klaim Harry soal perusahaan cangkang itu berdiri atas permintaan anaknya, terlihat bohong. Menurut Harry, rusahaan berdiri tahun 2010 usai anaknya menikah dengan orang Chili. Padahal, anaknya menikah  di tahun 2014. Ini sumbernya:

https://soundcloud.com/audiokbr/pana…ahaan-cangkang

Mina Azhar anak Harry Azis ini kelahiran tahun 1988. Pada tahun 2010 dia ambil S1 di 
한국과학기술원(KAIST) / Korea Advanced Institute of Science and Technology
Bachelor of Science (B.Sc.), Industrial Engineering 2008 – 2011 Activities and Societies: KISA, KAIST INA

sumber : https://www.linkedin.com/in/mina-azhar-900a8459

Pada saat itu sang anak kuliah di Korea. Universitasnya di 291 Daehak-ro, Yuseong-gu, Daejeon, South Korea.  Jad menurut Harry sang anak yang masi 22 tahun, lagi ambil S1 ngomong ke bapaknya minta sibikinin shell company  di Panama dengan bantuan Mossack Fonseca’

Kalau searching di google ada informasi mengenai suami anaknya. Pada tahun 2010 dia juga lagi di Korea. Suami istri ini berdua kayaknya mereka ini melakukan banyak Penelitian Ilmiah untuk Universitas mereka (Izin, biaya, dan paten sudah diurus oleh Universitas kalo di luar negeri), bukan pengusaha. (***)

Most Popular

To Top