Megapolitan

Keinginan Jadi Gubernur DKI Bukan Murni Berasal dari Jend (purn) Moeldoko

moeldoko-130904bAyonews, Jakarta
Wacana tentang akan majunya mantan Panglima TNI Jenderal (Purn)  Moeldoko sebagai calon gubernur Jakarta pada Pilkada DKI 2017 terus bergema. Menanggapi berbagai isu tersebut juru bicara Kawan Moeldoko, Dedi Kurniawan, yang mengaku sebagai pelempar wacana, buka suara.

“Benar, itu inisiatif kami sebagai warga yang melihat kok sampai sekarang kelihatannya masih belum ada tokoh yang sreg menjadi pemimpin Jakarta. Makanya kami ingin dorong Pak Moeldoko untuk turun ke gelanggang,” kata Dedi.

Pria yang mengaku pedagang dan warga biasa ini menegaskan, aksi yang dilakun murni inisiatif komunitas Kawan Moeldoko. Bukan mantan Panglima TNI tersebut yang ingin maju.

“Bukan Pak Moeldoko mengajukan diri, tapi kami mendorongnya,” terang dia.

Dedi mengakui sampai sekarang sama sekali belum ada pembicaraan dengan Moeldoko mengenai dukungan ini. Bahkan ia sendiri belum pernah bertemu langsung dengan Moeldoko.

“Belum ada pembicaraan, saya juga belum pernah ketemu Pak Moeldoko. Kami cuma galang dukungan untuk mendorong beliau mau,” ungkap dia.

Ide mendorong Moeldoko menjadi Cagub DKI, terangnya, berawal dari kongkow-kongkow dia bersama teman-temannya.

“Awal mulanya, kami (teman-teman) kan kebetulan sering nongkrong, lalu bicara-bicara. Ahok begini, Yusril begini, ini begini. Kesannya kok nggak adem banget. Kami mau cari yang soft yang lebih adem. Lebih bisa kendalikan Jakarta dengan segala kompleksitasnya. Lalu kepikiranlah Pak Moeldoko,” katanya.

Dedi yakin Moeldoko tidak akan marah dengan adanya aksi untuk mendukungnya maju menjadi bakal calon gubernur Jakarta periode 2017-2022.

“Kalau marah, insya Allah nggak mungkin. Kan kami masyarakat cuma mendorong,” tuturnya.

Kelompok ini akan menyosialisasikan nama Moeldoko sekaligus untuk melihat bagaimana reaksi masyarakat Jakarta, kalau Moeldoko maju menjadi calon gubernur. Kalau tingkat elektabilitas ternyata bagus, Dedi berharap Moeldoko mempertimbangkan untuk maju.

“Kami ingin melihat respons masyarakat dulu. Setelah ini mau survei. Sekarang lakukan sosialisasi dulu dengan tanpa Pak Moeldoko. Kami ingin tahu elektabilitas Pak Moeldoko seperti apa. kita lempar bola panas dulu. Kalau elektabilitas masuk, kami tinggal cari jalurnya seperti apa. Kalau sudah sampai disitu baru kita komunikasi dengan beliau nanti,” paparnya

Ketika ditanya, nanti Moeldoko akan didorong maju lewat jalur partai atau perorangan, Dedi mengatakan bila melihat situasi sekarang, lebih baik lewat partai politik.

“Kalau independen, waktunya terlalu mepet. Tapi tetap tidak menutup kemungkinan, kalau bisa lebih cepat dari gerakan Teman Ahok, bisa saja,” ungkapnya.

Ia berharap, cara yang dilakukannya dapat membantu warga Jakarta untuk mendapatkan pemimpin yang baik. Dedi juga menghimbau, jika warga Ibukota setuju dengan langkahnya, mereka dapat datang pada acara deklarasi Kawan Moeldoko (KaMu) pada Rabu (20/4) mendatang yang bertempat di Setu Babakan, Jalan Moh Kahfi II, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.  (***)

Most Popular

To Top