Business

Ditanya Pertemuannya dengan Bos Agung Sedayu, M.Taufik Langsung Loyo

1459747876_aguan

Ayonews, Jakarta 

Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI M Taufik ibarat ayam jago kalah tarung siap jadi ayam sayur. Biasanya Wakil Ketua DPRD DKI dari Partai Gerindra ini pandai berucap saat diwawancara wartawan.

Tapi kali ini Taufik bungkam saat disinggung soal pertemuannya dengan Sugiyanto Kusuma alias Aguan. Ya,  hari ini Taufik diperiksa sebagai saksi untuk tersangka M Sanusi.


Ketika keluar dari ruang pemeriksaan, M Taufik mengaku masih diperiksa penyidik KPK seputar pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) mengenai reklamasi. Ini merupakan pemeriksaan kedua untuk M Taufik.

“Masih seputar soal itu, soal pembahasan (raperda),” ujar Taufik di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (18/4/2016).

Namun saat ditanya tentang pertemuan dengan Aguan di akhir tahun 2015, M Taufik tak menjawabnya. Dia langsung bergegas menuju mobilnya.

Sementara itu, satu saksi lainnya yaitu Wakil Balegda DPRD DKI Merry Hotma mengaku dicecar penyidik KPK sekitar 23 pertanyaan. Merry mengaku menjelaskan tentang pasal-pasal mekanisme pembahasan raperda.

“Ada sekitar 23 (pertanyaan). Tentang pasal-pasal, mekanisme,” sebut Merry.

Hari ini penyidik KPK memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangannya dalam kasus ini. Para saksi yang dipanggil yaitu Presiden Direktur PT Kapuk Naga Indah Nono Sampono, Wakil Ketua DPRD M Taufik, Kasubag Rancangan Perda DPRD DKI Damera Hutagalung, Wakil Ketua Baleg DPRD DKI Merry Hotma, ajudan M Taufik Riki Sudani dan karyawan PT Agung Podomoro Land Trinanda Prihantoro. Saksi-saksi tersebut juga akan dimintai keterangan untuk M Sanusi.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 3 orang tersangka yakni M Sanusi selaku Ketua Komisi D DPRD DKI dan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land (PT APL) Ariesman Widjaja serta Trinanda Prihantoro selaku Personal Assistant di PT APL. 

Sebagai buntut kasus ini Menteri Kelautan dan Perikanan telah meminta proyek reklamasi di Teluk Jakarta dihentikan sementara.(***)

Most Popular

To Top