Korupsi

Ketuanya Masuk Daftar Panama Papers, BPK jadi Bahan Olok-olok

Screenshot_2016-04-16-22-32-03_1

Ini bukti kebohongan Ketua BPK Azhar Aziz yang mengaku membuat perusahaan di tahun 2010 setelah anaknya menikah. Padahal anaknya menikah 2014.

Ayonews, Jakarta

Demo kewibawaan pemerintah, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Aziz didesak untuk mengundurkan diri dari jabatannya menyusul kemunculan nama Harry di dalam dokumen Panama Papers yang diungkap media pada Rabu (13/4/2016).

Pengunduran diri Harry dinilai lebih baik ketimbang menimbulkan polemik di masyarakat.

“Kalau punya etik, moral dan kita duduk di satu posisi yang mengajarkan orang harus bersih dari kegiatan penggunaan uang yang harus transparan, ya lebih baik mengundurkan diri daripada polemik,” kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Indonesia, Ray Rangkuti usai acara diskusi di bilangan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (17/4/2016).

Screenshot_2016-04-18-00-07-52_1

Lebih lanjut dikatakan Ray, pengujnduran diri perlu untuk menghindari BPK dari olok-olok publik. Publik bisa jadi tidak percaya akan hasil audit BPK setelah tercantumnya nama Ketua BPK dalam dokumen Panama Papers. Apalagi, isu yang berkembang berkaitan dengan pengelolaan uang.

“Diaudit, Anda percaya hasil auditnya?” tutur Ray mencontohkan omongan di publik.

Di media disebutkan bahwa Harry merupakan pemilik salah satu perusahaan offshore, Sheng Yue International Limited.

maxresdefault

Imam S, anak buah Harry Azhar Aziz yg jadi bahan olok-olok di medsos.

Sheng Yue International Limited diduga adalah perusahaan yang didirikan di negara suaka pajak dengan tujuan menghindari pembayaran pajak dari wajib pajak kepada negara asalnya.

Terkait namanya di Panama Papers ini, Harry juga telah menemui Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan klarifikasinya. Kepada wartawan, Harry mengaku bahwa perusahaan Sheng Yue International Limited dibuat atas permintaan anaknya.

Ia membantah bahwa pembuatan perusahaan itu disebut untuk menghindari pajak di dalam negeri. Menurut dia, tidak ada transaksi apapun selama dirinya memimpin perusahaan itu. Saat ini, kata dia, perusahaan itu sudah bukan miliknya lagi.(***)

Most Popular

To Top