Hukum & Kriminal

Ada Petunjuk dari Al-Qur’an yang Ungkap Kematian Wanita Hamil Korban Mutilasi

mutilasi

Ayonews, Tangerang

Seorang wanita hamil ditemukan tewas dengan kondisi tangan dan kakinya termutilasi, di sebuah kamar kontrakan di Telagasari, Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Korban ditemukan tewas pada pukul 08.00 WIB Rabu (13/4/2016) pagi. Penemuan ini berawal dari kecurigaan penghuni kontrakan tetangga korban yang mencium bau busuk dari kamar korban.
Kemudian, warga melaporkan hal itu ke polisi. Polisi datang ke lokasi dan mengecek informasi tersebut dan ternyata benar ada mayat korban mutilasi di dalamnya.

 

Polisi telah melakukan olah TKP di lokasi. Sementara jasad korban dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi. Namun hingga kini, polisi belum menemukan kaki dan tangan korban yang hilang.
“Di TKP tidak ditemukan kaki dan tangannya. Masih kami cari bagian tubuh tersebut,” ujar Kapolres Tangerang Kombes Irman Sugema, Kamis (14/4/2016).
Menurut Irman, bagian kedua tangan korban dipotong dari mulai bahu. Sementara kedua kaki korban dipotong dari bagian pangkal paha.

“Jadi yang ada di TKP bagian kepala dan badannya masih menyatu utuh,” imbuhnya.

Polisi juga masih mencari pelaku pembunuhan yang diduga suami korban. Sementara identitas korban masih belum diketahui.
“Identitas korban belum jelas. Kami berharap apabila ada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar melapor ke kami,” tutupnya.

Sejauh ini, polisi juga belum mengetahui motif pembunuhan korban yang belum diketahui identitasnya itu.

“Untuk motifnya masih kami dalami karena pelakunya juga belum tertangkap. Kalau bicara motif kan tentu kita harus mendengar keterangan tersangka,” kata Kapolres.
Polisi juga masih mencari pria yang disebut-sebut sebagai suami korban. Pria yang digambarkan warga berbadan besar itu, menghilang sejak korban ditemukan tewas itu.

 

Dari TKP. polisi mengamankan sebuah kitab suci Al-Quran di kamar tempat ditemukannya wanita hamil yang dimutilasi di kontrakan di korban. Di dalam Al-Quran tersebut, polisi menemukan sebuah petunjuk.

“Al-Quran tersebut kami amankan karena di dalamnya ada sebuah benda yang menjadi petunjuk kami untuk menyelidiki kasus ini,” ujar Kapolsek Cikupa Kompol Gunarko.
Hanya saja, Gunarko enggan memerinci barang apa yang ada dalam kitab suci tersebut. “Kami tidak bisa sampaikan karena ini masih kami dalami,” imbuhnya.
Soal identitas korban, Gunarko mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi. Korban diperkirakan berusia sekitar 30 tahun dan rambutnya sebahu.

 

“Kalau untuk ciri-ciri khusus kami masih menunggu hasil autopsi sebab mayat sudah rusak,” imbuhnya.

Sebelum terjadi pembunuhan, beberapa warga sempat mendengar teriakan di Minggu sore (10/4).

 

“Saya dengar teriakan. Waktu itu saya cari-cari asal teriakan ternyata dari atas kontrakan,” kata Ocim, penjual sembako di RT 12/RW 01 Desa Talagasari.

Teriakan dari dalam kontrakan menurut Ocim terdengar keras. Namun tidak ada warga yang berani mendatangi kontrakan tersebut.
“Cuma ada tukang rujak, posisi jalan lagi sepi juga. Saya nggak berani samperin karena nggak ada yang ngajakin juga,” ujarnya.

Menjelang malam hari, lanjut Ocim, suami korban yang belum diketahui identitasnya, keluar ke warung miliknya. Lelaki perawakan muda itu bermaksud mencari kantong plastik sampah warna hitam.

“Dia nanya jual plastik hitam nggak, waktu itu saya tawarin kalau plastik sampah saya punya. Saya menawarkan ke dia tetapi dia tidak mau, bilangnya nyari kantong plastik sampah buat di tempat kerjanya. Karena nggak ada dia beli minum dan balik lagi ke kontrakan,” bebernya.

Tak ada kecurigaan saat suami korban mencari kantong plastik sampah warna hitam, Minggu (10/4) jelang malam. Keesokan harinya pria tersebut kembali ke warung, namun kali ini mencari gergaji besi.

“Seninnya kalau nggak salah itu siang, dia ke warung lagi nanyain saya jual gergaji besi nggak. Pikiran saya mau buat apa gitu karena saya punya, saya tawarin gergaji punya saya. Anehnya dia nggak mau, alasannya nyari gergaji baru, ya karena bukan (toko) material saya bilang nggak ada, habis itu dia pergi cuma beli rokok sama air doang,” tutur Ocim.

Peristiwa aneh lainya juga dirasakan oleh Opang pemilik bengkel motor tak jauh dari lokasi. Pada Senin (11/4) malam ada dua orang yang tak dikenal yang terlihat di kontrakan tersebut.

“Waktu itu mau beli rokok. Depan tangga kontrakan ada motor Satria F, posisinya saya nggak begitu memperhatikan. Tahunya ada orang yang duduk di motor nggak lama ada laki-laki yang keluar bawa tas warna hitam. Pikir saya orang mau pindahan,” kata Opang.

Opang tidak menaruh curiga terhadap dua orang itu. Dia hanya melihat kedua lelaki itu jalan naik motor ke arah permukiman warga.

“Dia jalan ke arah Jalan Raya Otonom. Kedua kalinya saya lihat orang yang sama juga, pakaiannya masih sama belum ganti itu hari Selasa (12/4) malam. Di situ saya mulai curiga karena lelaki yang diboncengin selalu nengok ke belakang melulu. Posisi tidak berani negur karena bukan orang sini,” ujarnya.(***)

 

Most Popular

To Top