Megapolitan

PUTRI BUNG KARNO SOMASI KEMHAN JIKA TIDAK CABUT STATUS ZASKIA GOTIK

zaskia-gotik-hina-nkri-kpk-orang-awam-s-1d5e4dAyonews, Jakarta

Ketua dan Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS), Rachmawati Soekarnoputri, mengecam penetapan Zaskia Gotik Sebagai Dokter Klinik Pancasila oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Diberitakan sebelumnya bahwa pedangdut itu diangkat sebagai Dokter Klinik Pancasila usai upacara pelepasan peserta klinik Pancasila di lapangan gedung Kementerian Pertahanan RI, pada Jumat pekan lalu (8/4/).

Tanggapan keras Rachmawati langsung muncul. Putri Bung Karno ini mengultimatum Kemhan untuk mencabut status tersebut. Jika peringatan tidak diindahkan, Rachmawati akan menempuh jalur hukum dan mensomasi Kemhan.

“Jika dalam waktu 2×24 jam sejak konferensi pers ini status Zaskia sebagai Dokter Klinik Pancasila tidak dicabut, maka kami akan mensomasi Kemhan,” ujar kuasa hukum Rachmawati, Aldwin Rahadian, SH.

Konferensi pers itu dilakukan kemarin (Selasa, 12/4) di kediaman Rachmawati, Jakarta Selatan. Rachmawati, menurut Aldwin, sungguh merasa heran bagaimana bisa institusi selevel kementerian sembarangan menetapkan seseorang sebagai duta Pancasila ke masyarakat. Apalagi, status Zaskia saat ini masih sebagai terperiksa di Kepolisian akibat penghinaannya terhadap Pancasila saat mengisi acara stasiun televisi swasta.

“Jika nanti kepolisian menetapkan dia sebagai tersangka, bagaimana? Apa masih ngotot mau menjadikan yang bersangkutan sebagai ikon sosialisasi Pancasila? Istilah dokter itu kan profesi yang mampu mengobati orang sakit menjadi sehat, dalam konteks ini tugas dia sebagai orang yang bertugas memberi pemahaman mendalam soal Pancasila ke masyarakat. Bukan hanya kelima sila, tetapi Pancasila secara komprehensif,” ujar Aldwin.

Menurut Aldwin, pihaknya menghormati upaya yang harus terus menerus dilakukan oleh semua elemen bangsa untuk membumikan Pancasila agar mudah diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, bukan berarti bisa sembarangan memilih public figure sebagai “duta” Pancasila.

“Niat dia minta maaf, dan ingin belajar, sangat kita hargai. Tapi apa iya, sosoknya langsung kita elu-elukan bahkan jadikan ikon sebuah program sosialisasi Pancasila? Kemhan harus proporsional, jangan mengada-ngada. Lihat rekam jejaknya,” tegas Aldwin. (***)

Most Popular

To Top