Hukum & Kriminal

Mau Jadi Cagub DKI, Hasnaeni ‘Si Wanita Emas’ Malah Dilaporkan Penipuan ke Polisi

wanita emas cuy

Ayonews, Jakarta

Kader Partai Demokrat yang berencana mencalonkan diri menjadi gubernur DKI Jakarta, Mischa Hasnaeni Moein atau yang menjuluki dirinya Wanita Emas dilaporkan oleh seorang pengusaha ke Polda Metro Jaya, karena dia dituduh menjalankan penipuan tender proyek pembangunan jalan di Jayapura Papua.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti di Jakarta, Rabu (13/4) membenarkan laporan tersebut.

“Benar, yang bersangkutan dilaporkan atas dugaan penipuan dalam tender jalan di Jayapura. Kami masih kami selidiki,” ujar Krishna.

Krishna mengatakan, Hasnaeni masih berstatus saksi, sedangkan penyidik juga telah memeriksa saksi-saksinya. “Masih saksi dan harus kami gelar terlebih dulu,” katanya.

Hasnaeni dilaporkan oleh Abu Arief pada 26 November 2014, atas dugaan melanggar Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUH Pidana tentang Penipuan dan atau Penggelapan.

Kronologisnya, pada akhir Mei 2014, Abu Arief selaku Direktur Utama PT TCJ dikenalkan oleh Arifin Abas, almarhum kepada Hasnaeni. Saat itu, dia dijanjikan akan dimenangkan dalam sanggahan banding dalam lelang proyek pembangunan dua ruas jalan di Jayapura.

Antara Abu Arief dengan Hasnaeni sendiri telah dibuatkan surat perjanjian kerja sama pengurusan sanggahan banding tersebut. Hasnaeni dan saksi meyakinkan korban akan memenangkan sanggahan banding itu, karena dia mengaku kenal dengan orang dalam di Kementerian Pekerjaan Umum.

Abu Arief kemudian memberi uang kepada Hasnaeni sekitar Rp900 juta, yang sebagian dibayarkan dengan cek dan sebagian dibelikan iPhone 6 unit bernilai Rp30 juta.

Namun, seiring berjalannya waktu, Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan bahwa sanggahan banding yang diajukan Abu Arief dianggap sebagai pengaduan, karena, sampai dengan batas akhir masa sanggah tidak menyampaikan jaminan sanggahan banding asli, sehingga sanggahan banding yang diajukan tidak sesuai prosedur.

Dengan ditolaknya sanggahan banding itu, proses lelang pun terus berlanjut, sehingga tender proyek pembangunan dua ruas jalan itu pun jatuh ke tangan perusahaan lain. Atas hal itu, korban merasa dirugikan.(***)

Most Popular

To Top