Nasional

Kapolri Perintahkan Kawal Petugas Penagih Pajak

imagesAyonews, Jakarta

Kasus tewasnya dua pegawai pajak di Gunung Sitoli, Kepulauan Nias, Sumatera Utara, di tangan sang wajib pajak bernama Agusman Lahagu, alias Ama Tety (45 tahun), mendapat sorotan dari Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiastieadi.

Ken bersama jajarannya langsung menemui Kapolri Jenderal Badrodin Haiti untuk melaporkan peristiwa tewasnya dua pegawai pajak saat tengah menjalankan tugasnya. Kapolri merespon laporan tersebut dengan bersedia memberikan pendampingan kepada petugas pajak dalam menjalankan tugasnya.

“Tadi kami sepakat tugas manapun yang terlalu dianggap mengandung resiko silahkan meminta bantuan pendampingan Kepolisian dan kita siap melakukan pengawalan,” kata Badrodin Haiti di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 13 April 2016.

Selain memberikan pengawalan, Kapolri menegaskan, bahwa Polisi telah mengamankan sepuluh orang terkait tewasnya dua karyawan Kantor Pelayanan Pajak Pratama di Sibolga tersebut. “Masih pengembangan apakah pelaku cuma satu atau lebih dari satu, tentu pemeriksaan Polda Sumatera Utara yang menentukan,” ujar Badrodin.

Badrodin menegaskan, siapapun yang terlibat dalam aksi pembunuhan kepada dua karyawan pajak Juru Sita Pajak Negara (JSPN) bernama Perada Toga Fransiarano S, dan seorang anggota Satuan Pengaman (Satpam) Soza Nolo Lase, akan dilakukan proses hukum.

“Siapa-siapa saja yang terlibat kasus ini akan kita proses secara hukum sampai ke tingkat pengadilan. Kita tidak mentolerir kekerasan kepada petugas negara seperti itu,” tegas Badrodin.

Ia juga berharap kedepannya tidak akan terjadi lagi kasus pembunuhan pejabat pajak yang sedang dalam menjalankan tugasnya, salah satunya ketika menagih uang pajak. “Kedepan kami harapkan tidak akan terjadi lagi kasus seperti ini,” imbuhnya.

Dua petugas pajak yakni Perada Toga Fransiarano S (Juru Sita Pajak Negara) dan seorang anggota Satuan Pengaman (Satpam) Soza Nolo Lase tewas dibunuh saat melakukan tugasnya di Gunung Sitoli, Kepulauan Nias, Sumatera Utara, Selasa, 12 April 2016, Siang. Keduanya berkerja di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sibolga.

Tersangka Agusman Lahagu alias Ama Tety (45 tahun) merupakan pengusaha jual beli karet. Ia diduga kalap karena ditagih pajak mencapai Rp14,7 miliar (***)

Most Popular

To Top