Ibukota

Ahok Tantang Duel Satu Lawan Satu Mereka yang Kerap Mintanya Turun Saat Penggusuran

unduhan (3)

Ayonews, Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menilai, permintaan agar dia turun ke lokasi saat penggusuran dilakukan merupakan sebuah jebakan.

Menurut Ahok,  orang-orang yang kerap memintanya turun ke lokasi penggusuran ingin agar dia berada pada kondisi yang serba salah.

“Sekarang pas lagi penggusuran, dar-der-dor suruh aku datang? Kamu itu pengecut, kamu ngarep di situ saya ribut. Kalau orang lempar gue, kalau gue diam, lu tulis Ahok berdarah-darah dipukul orang. Kalau gue balas pukul dia balik, nanti bilangnya Ahok menganiaya orang,” cetis Ahok di Balai Kota, Senin (11/4/2016).

Ahok justru menantang orang-orang yang kerap memintanya turun ke lokasi penggusuran untuk duel satu lawan satu.

“Lu itu pengecut, lu kalau pengen merancang itu, ngajak gue duel naik ring saja. Gue enggak terlalu buruk juga gitu lho. Gue enggak terlalu buruk. Tapi, satu lawan satu ya,” ujar dia.

Menurut Ahok, dalam setiap penggusuran, ia bukannya tak pernah datang langsung ke lokasi. Khusus di kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, yang baru ditertibkan tadi pagi, Ahok mengaku pernah datang dengan menggunakan perahu pada malam hari.

Atas dasar itu, ia merasa tidak perlu lagi datang ke lokasi penggusuran saat proses eksekusi.

“Kamu cuma ngarep gue ribut. Kalau gue luka lu tepuk-tepuk tangan. Kalau gue balas, salah juga. Makanya kalau naik ring resmi ayo gitu lho,” kata Ahok.

Pemprov DKI sedang gencar menertibkan permukiman ilegal yang berada di bantaran sungai atau lahan ruang terbuka hijau. Ratusan rumah tetap dibongkar meski mendapat penolakan warga, misalnya seperti di Kampung Pulo dan kawasan Kalijodo.

Akibat kebijakan itu, muncul permintaan dari beberapa pihak agar Ahok datang ke lokasi yang ditertibkan. Tujuannya adalah agar Ahok dapat mendengar langsung keluhan warga.

Pada Senin pagi (11/4/2016) ratusan rumah di kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, dibongkar. Para warga yang rumahnya dibongkar diberi kesempatan untuk pindah ke Rusunawa Rawa Bebek, Jakarta Timur.(***)

 

Most Popular

To Top