Hukum & Kriminal

Perempuan Asal Indonesia Ditemukan Tewas Telanjang Dibunuh Komplotan Bali Nine

32F7460500000578-0-image-a-2_1460108301194

 

Ayonews, Sydney

Seorang perempuan warga negara Indonesia ditemukan tewas di Sydney. Perempuan bernama Miming Listiyani (27) itu diduga dibunuh oleh pria bernama Khanh Thanh Ly.
Dilansir Dailymail, pada Kamis (7/4/2016) malam waktu setempat, polisi lokal Sydney mendapatkan laporan mengenai adanya teriakan perempuan, di Cabarita Wharf, salah satu titik nongkrong populer yang ada di tepi sungai Parramatta.
Setibanya di lokasi, polisi mendapati sosok pria yang belakangan diketahui bernama Khanh Thanh Ly tengah berdiri di pinggir sungai. Tak jauh dari Khanh, terdapat sosok Miming yang sudah dalam kondisi meninggal dan mengapung di sungai tsnps busana. Sementara saat itu Khanh tengah bertelanjang dada.

Khanh mencoba untuk melarikan diri. Namun polisi langsung bergerak cepat untuk menangkap pria tersebut dan segera dibawa ke Kantor Polisi Burwood.
“Pada saat ditemukan si pria sedang berdiri tak jauh dari korban. Dia mencoba lari,” kata kepala kepolisian lokal Burwood Mark Jones.
Polisi saat ini tengah mencari bukti-bukti untuk mendapatkan kronologi lengkap pembunuhan Miming. Pada Jumat (8/4) pagi hingga sore ini, polisi bolak-balik ke lokasi kejadian.

32FC43EB00000578-0-image-a-2_1460156602107
Polisi memastikan Miming dan Khanh mengenal satu sama lain. Namun polisi tak mau mengungkap detail hubungan keduanya. “Kejadian yang sangat disayangkan. Perempuan muda seperti dia menjadi korban pembunuhan,” kata Jones.

 

Seperti diwartakan Telegraph, Jumat (8/4/2016), polisi New South Wales telah menetapkan Ly sebagai tersangka pembunuhan. Di arsip kepolisian, Ly bukan sosok baru. Tahun 2007 dia pernah dihukum tujuh tahun penjara oleh pengadilan di Sydney karena terkait dengan aktivitas penyelundupan narkoba. Dia juga disebut terkait dengan kelompok Bali Nine.

Ly disebut sebagai teman SMA dari salah satu pentolan Bali Nine, Myuran Sukumaran. Disebutkan, Ly pernah terbang ke Bali tiga kali membawa narkoba. Dia menjalankan perintah Sukumaran.

Pada Jumat pagi tadi, tim kepolisian mendatangi rumah Ly dan melakukan penggeledahan. Polisi juga bolak-balik ke lokasi kejadian pembunuhan, di tepi sungai Parramatta.

Dilihat di akun LinkedIn-nya, diketahui Miming sudah cukup lama tinggal di Sydney. Dia mendapat gelar Bachelor Advertising dari University of Technology Sydney, lulus tahun 2010. Miming juga menyebut pernah bekerja sebagai marketing manager dan jurnalis paruh waktu di AusIndo Magazine periode 2008-2009. AusIndo Magazine adalah portal berita yang menyajikan berita-berita terkait bisnis.
Selain di LinkedIn, Miming diketahui diketahui juga memiliki akun twitter, Facebook, dan Instagram. Dia sudah lama tak aktif di twitter dan Facebook, namun cukup aktif di Instagram dengan akun @mimingl.
Saat dikunjungi, Jumat (8/4/2016), akun Instagram itu memposting foto terakhir 4 hari lalu. Miming berpose dengan teman wanitanya.
Di foto terakhir itu, Miming me-mention seorang temannya, lalu memberi caption “dude thanks for always being there for me. X”. Ada ucapan duka cita di komentar untuk foto tersebut. “RIP miming :'( i will always cherish your memory,” tulis akun @diansinggih.
Sementara itu, Dailymail yang melansir 7 News, Sabtu (9/4/2016), Miming dipercaya belum lama sampai di Sydney usai bertolak dari Indonesia. Miming berteman via Facebook dengan Khanh Thanh Ly.
Polisi terus berupaya mengungkap misteri kematian Miming dengan mengumpulkan hal-hal yang berkaitan dengan kasus itu. Selain melakukan uji forensik, polisi juga memeriksa sejumlah lokasi atau TKP.

Polisi juga telah mendatangi rumah keluarga Miming di Sydney guna mencari barang-barang bukti yang terkait dengan Miming dan kematiannya.

Polisi mengatakan keduanya memang saling kenal. Namun belum dapat dipastikan apa status hubungan mereka.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sydney, Australia mengaku belum memiliki data Miming Listiyani (37). “Nampaknya beliau belum pernah lapor diri ke KJRI sehingga di kami tidak ada datanya,” kata Konjen RI yang berkedudukan di Sydney Australia, Yayan GH Mulyana, Sabtu (9/4/2016) sekitar pukul 02.50 WIB.

Yayan mengatakan, pihaknya siap memberikan bantuan terhadap keluarga Miming terkait peristiwa itu. “Kami tentu akan membantu keluarga dalam melalui proses post mortem almarhumah serta bantuan kekonsuleran lainnya,” ujarnya.

Namun demikian, Yayan mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan baik dari kepolisian maupun masyarakat terkait kasus itu.
“Tentu kami telah menyiapkan diri untuk membantu dalam banyak aspek dari kasus ini,” ucapnya.(***)

Most Popular

To Top