Pendidikan

Milad ke 40, Yayasan PKP Tetap Menjadi Pelopor Dinamisasi Pondok Pesantren Berbasis Moderen

amidhan

Ketua Umum Yayasan PKP DKI Jakarta K.H Amidhan

Ayonews, Jakarta

Hari ini, 8 April 2016, Yayasan Pondok Karya Pembangunan (PKP) genap berusia 40 tahun. Sebagai lembaga pendidikan yang menggabungkan dua jalur pendidikan agama dan pendidikan umum secara modern, PKP telah banyak berperan dalam membangun dunia pendidikan pesantren berbasis modern.

PKP juga telah menjadi pelopor dinamisasi pesantren sejak 40 tahun lalu. Dan mulai hari ini pun, PKP berkomitmen menjadi pesantren modern dengan nama PKP Boarding School.

“Alhamdulillah dan Insya Allah pada 1 Juli 2016 mulai tahun ajaran baru 2016/2017 akan dibangunkan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama 2 buah tower asrama masing-masing 12 lantai dengan kapasitas 2000 santri,” kata Ketua Umum Yayasan PKP DKI Jakarta K.H Amidhan.

Mantan ketua MUI ini mengingatkan PKP jangan sampai dilupakan. Sebab, berdirinya PKP berkaitan erat dengan proyek monumental MTQ Nasional V tahun 1972. “Mereka para pendiri yakni, Bapak H. Ali Sadikin, Letjen (purn) Sarbini, Letjen (Purn) H. Soedirman, Letjen Pol (Purn) Sotjipto Djododihardjo, Laksda TNI (Purn) dr. H.M Soekmadi. Semuanya telah berpulang ke rahmatullah. Namun masih ada dua saksi hidup, mereka adalah K.H Kafrawi Ridwan dan AM Fatwa,” jelas Amidhan.

Amidhan memaparkan bahwa PKP terus berbenah  dengan menyelenggarakan 7 satuan pendidikan mulai dari KB, TK, MI, MTs, SMA, SMK 1, SMK 2, STIKes dengan meningkatkan mutu melalui program 3 P (Penampilan, Pelayanan dan Prestasi).

“Manajemen satuan pendidikannya menerapkan manajemen berstandar ISO 9001 – 2008. PKP juga telah melakukan kerjasama luar negeri dalam bentuk  sister school dengan Preston Islamic College, Melbourne, sebuah sekolah Islam terbesar di Australia. Sejalan dengan program tersebut, PKP juga menjalin kerjasama dengan lembaga LIA dan LIPIA dalam program tiga 3 bahasa, yakni Inggris, Mandarin dan Arab,” tutur Amidhan.

Sementara itu, Pendiri sekaligus Ketua Badan Pembina PKP KH Kafrawi Ridwan mengatakan, menginjak usia ke 40 tahun ini, PKP memiliki beberapa agenda pembangunan. Pertama, pembangunan asrama santri oleh Pemerintah Provinsi  DKI Jakarta yang berkapasitas 2000 santri. Tujuan pembangunan ini agar para santri tinggal di lingkungan PKP dan fokus dalam menggali potensi dan pengembangan diri dalam pembelajaran.

Kedua, pembangunan kolam renang. Tujuannya agar membentuk santri dan santriwati sehat jasmani. “Dalam hadisnya, Rasulullah SAW bersabda; Ajarilah anak-anakmu berenang…,”  ujar Kafrawi.

Ketiga pengembangan laboratorium bahasa dan komputer. Ini penting terkait dengan pemberlakuan masyarakat ekonomi Asean. “Dengan penguasaan bahasa-bahasa asing, santri PKP dapat memahami bahasa bangsa lain, kemudian melakukan kerjasama untuk saling memanfaatkan dan memberi peluang dalam kerjasama tersebut. Begitu juga dengan penguasaan computer, para santri dapat menguasai informasi penting dan cepat,” ujarnya.

Keempat peningkatan fasilitas kesehatan. Kelima, peningkatan fasilitas bengkel. Keenam penyelenggaraan biro perjalanan. Ketujuh pengembangan koperasi. Kedelapan perluasan cabang PKP.

“Memasuki usia ke 40 tahun ini, selayaknya PKP membuka cabang di tempat lain. Ini dapat dilakukan pembukaan cabang di sekitar Jakarta. PKP harus tetap menjadi sekolah berbasis Islam dengan berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Para santri yang belajar di PKP wajib mampu membaca Al-quran, menjalankan ibadah, beakhlak mulia, baik, rukun, cinta damai, bebas dari narkoba dan miras. Para santri juga wajib menguasai tiga bahasa Arab, Inggris dan Mandarin memiliki kemampuan seni dan budaya Indonesia dan tetap berjiwa Pancasila,” tutup Kafrawi.(***)

Most Popular

To Top