Ibukota

Ahok Yakin Simpang Susun Semanggi Signifikan Kurangi Macet Jakarta

_ahok

Ayonews, jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama memastikan, pembangunan Simpang Susun Semanggi dapt menanggulangi kemacetan Ibukota hinggal 30 persen.

Ditargetkan proyek ini kelar pada pertengahan 2017.

“Jadi minimal orang dari bandara ngga stuck (macet tidak bergerak) lagi sampai Grogol. Dulu kan muternya kecil dari besar ke kecil,” ujar Ahok ketika melakukan Groundbreaking di Taman Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (8/4).

Sekedar diketahui, pembangunann Simpang Susung Semanggi ini tanpa adanya perencanaan sama sekali. Oleh sebab itu, fly over tersebut dibuat dengan menggunakan rancang bangun.

“Kalau kita pakai perencanaan, perencanaan, perencanaan kapan selesainya? Kita udah ciptakan di DKI jadi Provinsi pertama yang ada gunakan rancang bangun,” kata Ahok.

“Jadi DKI sudah memulai sebuah cara yang baru bangunan kami sekolah, rusun, jembatan, kami lebih mengarah ke rancang bangun. Rumah sakit jadi cepat,” lanjutnya.

Sebaliknya, mantan bupati Belitung Timur ini menganggap apabila setiap kali ingin melakukan pembangunan DKI harus melalui perencanaan, maka dapat dipastikan proyek tersebut akan rampung lama atau molor.

“Bayangin, kalau dulu lelang konsultan membuat DED (Detail Engineering¬† Design). Itu saja kadang-kadang bisa 1-2 tahun, dapat itu. Kadang-kadang kalau nggak ada anggaran stop lagi,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Bina Marga, Yusmada Faizal menambahkan, proyek fly over dibiayai perusahaan swasta, yaitu PT. Mitra Panca Persada, sebagai kompensasi atas pelampauan nilai koefisien lantai bangunan. Hal ini mengacu pada Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 175 Tahun 2015 tentang Pengenaan Kompensasi Terhadap Pelampauan Nilai Koefisien Lantai Bangunan.

Sedangkan kontraktor proyeknya PT. Wijaya Karya (Persero). Mereka mengerjakan proyek setelah ditetapkan menjadi pemenang tender Design and Build Pengembangan Simpang Susun Semanggi.

Nilai proyek mencapai Rp 360 miliar, sedangkan nilai kompensasi dari pihak pengembang sekitar Rp579 miliar, dan sisanya akan dipakai untuk membangun infrastruktur di tempat lain

Most Popular

To Top