Nasional

Dandim kota Makasar Pesta Narkoba Sambil Dikawal Anak Buah

images

Ayonews, Jakarta

 

Panglima Kodam VII Wirabuana Mayor Jenderal TNI Agus Surya Bakti mengatakan saat Komandan Komando Daerah Distrik Militer (Dandim) 1408/BS Kota Besar Makassar Kolonel Inf Jefry Oktavian Rotty dan Kepala Komando Pusat Pengendalian Operasi Letnan Kolonel Inf Budi Iman Santoso berpesta narkoba bersama lima warga sipil di Hotel D’Maleo, Makassar, Rabu, 6 April 2016, mereka dijaga ketat oleh bawahannya.

“Mereka itu membuat sebuah sistem pengamanan saat mengonsumsi narkoba (di lantai 12) di hotel. Ada anggotanya yang jaga di bawah, ini sangat kurang ajar, ada prajurit TNI jaga orang pesta narkoba,” kata Agus usai melakukan pemantauan pembangunan koramil baru di Kawasan Tamalanrea, Makassar, Kamis 7 April 2016.

Agus menjelaskan, saat dia mendapatkan informasi terkait aktivitas mencurigakan di hotel tersebut, Selasa 5 April 2016 malam, pihaknya langsung memerintahkan Kepala Staf Kodam VII Wirabuana Brigjen Supartodi memimpin langsung penggerebekan. “Kenapa yang memimpin Kasdam Langsung, karena harus dijaga kerahasiaannya, itu aja kita masih terbongkar, begitu personel di bawah (lobi hotel) udah menuju lantai atas banyak yang kabur. Padasaat itu ada sebagian yang mencoba lari, tapi berhasil kita tanngkap lagi,” katanya.

Agus mengungkapkan keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif di Marks Polisi Militer Kodam (Mapomdam) VII Wirabuana. Terkait asal narkoba tersebut, Agus mengaku masih menunggu hasil interogasi. “Sementara kita tanya dari mana narkoba itu,” katanya.

Dari hasil tes urine, lanjut Agus, keduanya dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. “Kita menghormati proses pemeriksaan yang masih berlangsung, kita tunggu saja hasilnya untuk mengetahui asal narkoba tersebut,” jelasnya.

Menurut Agus, saat penggerebekan di ruang karaoke¬† pihaknya menemukan barang bukti berupa narkoba dalam bentuk cairan. “Tidak sabu-sabu, tapi narkoba dalam bentuk cairan. Di ruangan itu ada beberapa obat, cairan narkoba, minuman blue safir.”

Penggerebekan tersebut merupakan hasil pengembangan dari tes urine yang dilakukan di Kodam VII Wirabuana pada hari Minggu 20 Maret 2016. Saat itu sebanyak 236 Perwira Menengah (Pamen) dites urinenya oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel. “Ada indikator itu, hasil mencurigakan saat tes urine, orang-orang mencurigakan ini menjadi perhatian kami. Alhamdullilah hasilnya kita terbuka ke masyarakat, tidak ada yang ditutup-tutupi,” jelasnya.

Sebelumnya, Jefry Oktavian dan Budi Iman Santoso ditangkap sedang pesta sabu di Hotel D’Maleo Jalan Pelita, Kecamatan Rappocini Makassar, Rabu 6 April 2016. Keduanya ditangkap bersama lima warga sipil yakni, Nasri, 47, warga kecamatan Pallangga, Gowa; Bimang, warga Jalan Sungai Limboto, Makassar; Aswar, 34, warga Jalan Minasa Upa Makassar; Fitry, warga jalan Perintis Kemerdekaan dan Uci, warga Kecamatan Pallangga, Gowa.

“Penggerebekan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodam Wirabuana Brigadir Jenderal Supatodi bersama personel Denpom setelah mendapat informasi dari masyarakat,” kata Wakil Kepala Penerangan Kodam Wirabuana Letnan Kolonel Vipy Amuranto.

Vipy menuturkan pengangkapan tersebut dilakukan sekitar pukul 00.30 Wita di salah satu ruang karaoke di lantai 12 Hotel D’Maleo. Di ruangan tersebut, kata Vipy, personel menemukan tujuh orang tersebut sedang pesta sabu. Setelah melakukan penggerebekan, ketujuh orang tersebut langsung dibawa ke Markas Polisi Militer VII/ Wirabuana di Jalan Robert Wolter Monginsidi untuk tes urine. “Hasilnya ketujuh orang tersebut positif sabu,” ucapnya.

Vipy menuturkan dua perwira TNI yang tangkap sudah diamankan di Markas Denpom Makassar. Adapun lima warga sipil diserahkan ke Kepolsian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. (***)

Most Popular

To Top