Uncategorized

Disinyalir, Para Pengembang Patungan Buat Suap DPRD DKI

374800_presdir-pt-agung-podomoro-land--ariesman-widjaja-jadi-tersangka_663_382

Ayonews, Jakarta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah meneliti aliran dana suap yang diduga dari gabungan perusahaan pengembang dalam proyek reklamasi Teluk Jakarta, karena akan berguna untuk menjerat tersangka lain selain Mohamad Sanusi. Demikian Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief di Gedung KPK, Jakarta.

Menurut Syarief, proyek reklamasi tersebut dikerjakan oleh beberapa perusahaan pengembang yang merupakan anak perusahaan pengembang properti. Nantinya, perusahaan yang dianggap relevan oleh penyidik akan dipanggil dan dimintai keterangan.

Bagi beberapa pemilik perusahaan yang dianggap memiliki informasi penting seputar skandal suap ini, KPK akan meminta Imigrasi untuk mencegah mereka pergi ke luar negeri, seperti yang dikenakan kepada Chairman Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma akrab disebut Aguan.

“Beliau sebagai saksi yang akan diperiksa,” kata Syarief.

Reklamasi 17 pulau buatan di Teluk Jakarta ini melibatkan sembilan pengembang. Mereka adalah Muara Wisesa Samudra (anak perusahaan PT Agung Podomoro Land), Pelindo II, Manggala Krida Yudha, Taman Harapan Indah, dan Jaladri Kartika Ekapaksi. Lima pengembang ini masing-masing mendapat izin prinsip atas satu pulau. Empat pengembang lain adalah Jakarta Propertindo (dua pulau), KEK Marunda (dua pulau), Pembangunan Jaya Ancol (empat pulau), Kapuk Naga Indah (lima pulau). Kapuk Naga Indah yang mengembangkan lima pulau adalah anak perusahaan Agung Sedayu Group. (****)

Most Popular

To Top