Ibukota

STOP BEST GEMA Inisial Dewan yang Diduga Juga Terima Suap Reklamasi Jakarta

mohamad-sanusi-ditahan-kpk_20160402_145010

Ayonews, Jakarta

Penangkapan Ketua Komisi D DPRD DKI, M. Sanusi oleh KPK usai menerima suap dari petinggi Agung Podomoro Land ‎memunculkan banyak cerita.

Salah satu cerita yang dipergunjingkan adalah suap yang tak hanya masuk ke kantong Sanusi saja, tapi juga ke anggota dewan lainnya.

Bahkan, berdasarkan kabar yang beredar, suap pemulusan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang reklamasi dan zonasi agar disahkan DPRD sudah mengalir ke banyak pihak sejak November 2015.

Bukan hanya di tanah air, serah terima duit pelicin ada yang dilakukan di Singapura dan salah satu negara di timur tengah.

Suap ‎disebut-sebut antara lain mengalir beberapa politisi Kebon Sirih. Inisial para penerima terangkum dengan kalimat STOP BEST GEMA.

Saat ini mereka sudah jadi target KPK. Informasi lain menyebutkan KPK sudah tahu banyak permainan ini.
Termasuk mengenai pemberian suap yang berujung pada penangkapan Sanusi adalah suap tahap ketiga yang dicairkan.

Kabar lain yang juga jadi perbincangan di kalangan terbatas adalah adanya tokoh aktivis senior yang ditugasi bandar utama reklamasi untuk membantu pimpinan DPRD membungkam LSM yang menolak reklamasi.

Operasi dilakukan si aktivis bersama beberapa kelompok yang berkepentingan dengan pilkada DKI 2017, dan beberapa aktivis lokal ibukota.

Selain itu, tugas mereka adalah mengatasi media yang rajin memberitakan penolakan ‎terhadap Raperda reklamasi dan zonasi.

Seperti diketahui, Sanusi ditangkap tim KPK pada Kamis (31/3) malam di salah satu pusat perbelanjaan di daerah Jakarta Selatan.

‎Dia ditangkap setelah menerima uang suap Rp 140 juta, dari total Rp 1,4 miliar yang disita KPK dari Sanusi.

 

Most Popular

To Top