Nasional

Kapal Anand 12 Ditemukan Tanpa 10 WNI yang Disandera

penyanderaan

Ayonews, Jakarta

 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa otoritas Malaysia menemukan kapal Anand 12 yang sempat dibawa oleh kelompok Abu Sayyaf bersama sandera 10 warga negara Indonesia. “Kapal itu ditemukan di perairan Lahad Datu, Negara Bagian Sabah, Malaysia,” kata Retno di gedung Kemenlu, Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa, 5 April 2016.

Retno mengatakan kapal tongkang tersebut ditemukan Senin kemarin. “Kapal itu sekarang ditarik ke pelabuhan yang ada di Lahad Datu, dan ditangani oleh Agensi Penguat Kekuasaan Maritim Malaysia (APKMM) untuk uji forensik,” ujarnya.

Uji forensik atas kapal Anand 12, kata Retno, memakan waktu 7 hingga 10 hari. “Tapi, dari informasi sementara, isi kapal dalam keadaan utuh.”

Retno mengatakan pemerintah Indonesia membuka komunikasi dengan Pemerintah Malaysia, mengingat lokasi perompakan yang terjadi akhir Maret 2016 lalu itu tak jauh dari teritori Malaysia.

Retno menyampaikan dirinya diutus Presiden Joko Widodo untuk berkomunikasi dengan Pemerintah Filipina pada 1 dan 2 April 2016.

“Secara terpisah saya bertemu dengan presiden, menlu, dan panglima angkatan bersenjata Filipina. Hasilnya sudah saya sampaikan pada Presiden Jokowi, Senin kemarin,” kata Retno.

Menurut Retno, terlihat jelas komitmen pemerintah Filipina dalam upaya penyelamatan 10 WNI yang disandera.

Kemarin, Retno mengatakan pasukan militer Indonesia tak bisa begitu saja masuk ke wilayah Filipina untuk menyelamatkan para sandera. “Soal izin, mereka (Pemerintah Filipina) punya konstitusi yang tak boleh dilanggar,” ujar Retno usai rapat koordinasi di kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta Pusat, Senin, 4 April 2016.

Retno sempat mengungkapkan isi konstitusi Filipina tersebut. “Saya coba ingat dari bahasa Inggrisnya; Pelibatan di dalam wilayah Filipina harus diatur oleh sebuah ‘treaty’ (perjanjian). Mandat konstitusi ini yang tak mungkin mereka langgar,” kata dia.

Dua kapal berbendera Indonesia, tugboat Brahma 12 dan tongkang Anand 12, dibajak di perairan Tawi-tawi, Filipina saat berlayar dari Banjarmasin menuju Batangas, Filipina Selatan. Kapal Brahma 12 sudah lebih dulu dilepas dan ditemukan oleh otoritas Filipina. (***)

Most Popular

To Top