Hukum

Pelihara Orang Utan Diancam 5 Tahun Penjara

orangutan

Ayonews, Sampit

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah memperingatkan masyarakat tidak memelihara orangutan dan satwa yang dilindungi lainnya. Pelanggaran akan dikenakan sanksi pidana.

“Kami terus menyosialisasikan supaya masyarakat tahu. Kalau ada warga memelihara orangutan atau satwa yang dilindungi lainnya, kami datangi. Alhamdulillah setelah kami jelaskan, warga menyerahkan. Mereka mengaku tidak tahu soal itu,” kata Komandan Pos Jaga BKSDA di Sampit, Muriansyah, Rabu (30/3).

Berdasarkan Undang-Undang (UU) No.5/1990 pasal 21 menyebutkan, siapa saja yang memelihara, memburu, memperjualbelikan dan menyelundupkan orangutan, owaowa, kukang, beruang dan satwa liar dilindungi lainnya, akan dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

Masyarakat disarankan tidak memelihara orangutan karena satwa bernama latin pongo pygmaeus ini dapat menularkan penyakit yang sama dengan manusia seperti TBC, hepatitis A, B dan C, herpes, tifus, malaria, diare, influenza dan lainnya.

Selain itu, orangutan rentan mati jika dipelihara warga. Selasa kemarin, BKSDA menerima seekor anak orangutan berjenis kelamin betina berusia antara 4-5 tahun dari seorang warga Dusun Binjai Desa Kenyala Kecamatan Telawang. Orangutan yang ditemukan di hutan itu sempat dipelihara sekitar empat bulan oleh warga.

Orangutan yang saat ini berada di kantor BKSDA di Sampit itu terlihat kurus dan sakit. Rencananya akan dibawa ke Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Pangkalan Bun untuk direhabilitasi sampai dinyatakan siap untuk dilepasliarkan di hutan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada warga Desa Kenyala karena telah menyerahkan orangutan yang dipeliharanya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada PT Sukajadi Sawit Mekar yang telah bersedia untuk membantu kegiatan evakuasi tersebut,” kata Muriansyah.(***)

Most Popular

To Top