Tokoh

Sejak Kecil, Sang Ayah Ajarkan Ahok Lebih Utamakan Kepentingan Mayoritas

ahok kecil

Ahok kecil bersama adiknya.

Ayonews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok memang bukanlah seorang muslim. Tapi perhatian terhadap umat Islam begitu besar. Perhatian itu pun bukan sekadar mengada-ada. Tapi sudah menjadi didikan kedua orangtuanya sejak kecil.
Seorang kerabat dekat Ahok, Andi Analta menceritakan kepada Ayonews, bagaimana Ahok kecil sudah disadarkan oleh kedua orangtuanya kalau keluarga mereka hidup di tengah-tengah mayoritas muslim.

“Jadi ada didikan kalau segala sesuatu yang bersifat sosial harus mengutamakan yang mayoritas,” kata seorang kerabat dekat Ahok yang muslim, Selasa (29/3/2016).

Yang menarik, Ahok kecil sudah diajarkan ayahnya Indra Tjahaya Purnama agar lebih dulu menyumbang pembangunan masjid, sebelum masjid itu berdiri. Mengapa harus lebih dulu, karena Indra mengutamakan menyumbang pondasi masjid.

Ada nilai filosofi yang diajarkan ayahnya kepada Ahok, mengapa harus diutamakan menyumbang pondasi masjid. Karena biasanya, tempat ibadah sering mengalami renovasi. Kalau menyumbang genteng atau dinding, suatu saat akan hilang karena renovasi. Tapi kalau menyumbang pondasi, nilai sumbangan itu tetap utuh tertanam di dalam tanah.

“Saya menilai, apa yang diajarkan ayahnya kepada Ahok sebagai jiwa sosial yang cerdik. Apa yang disumbangkan itu berharap akan kekal dan tak lekang ditelan jaman,” ujar Andi.

Termasuk kegiatan rutin Ahok di setiap tahun memberangkatkan marbot-marbot masjid untuk umroh. Kegiatan ini dilakukan Ahok sejak menjadi Bupati Belitung Timur. Termasuk memberangkatkan marbot-marbot masjid di DKI Jakarta. Tiap tahun puluhan marbot masjid berangkat ke tanah suci dibiayai oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Istilahnya, ini amalan yang nilainya tidak akan hilang dunia dan akhirat. Karena Ahok memimpin pegawainya yang mayoritas, dalam urusan agama ia cenderung memperhatikan yang mayoritas,” papar Andi.

Satu lagi yang diajarkan sang ayah Indra Tjahaya Purnama, ia berpesan kepada Ahok agar memperhatikan menara-menara masjid.

“Nilai filosofinya, dengan menara seorang pemimpin dapat melihat langsung kondisi rakyat yang dipimpinnya dari ketinggian. Kalau dari atas kan terlihat jelas apa saja yang terjadi di bawah, apakah rakyatnya menderita, sengsara atau rakyat yang dipimpinnya senang,” kisah Andi.(***)

Most Popular

To Top