Internasional

Obama: Mayoritas Muslim Dunia itu Sumber Perdamaian, Hanya Sebagian Kecil jadi Ekstrimis

obama foto
Ayonews, Washington
Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan, komunitas Islam Amerika telah telanjur sering disalahkan dan menjadi target masyarakat Amerika secara luas. Karena masyarakat Amerika sudah telanjur mencampurkan X terorisme yang mengerikan dengan kepercayaan seluruh keyakinan umat beragama.

Menurut Obama, selama lebih dari 1000 tahun masyarakat Amerika telah tertarik dengan pesan perdamaian Islam. “Salam standarnya Assalamualaikum…Damai sejahtera bersamamu. Nabi Muhammad bersabda, barang siapa yang ingin masuk surge, biarkan dia memperlakukan seseorang dengan cara yang dia senang,” ujar Obama.

 

Saat ini, lanjut Obama, masyarakat muslim sudah menjadi bagian dalam kehidupan Amerika.

“Muslim sudah berada di segala hal. Mereka bertetangga. Sebagai guru (muslim) sudah menginspirasi anak-anak kita. Sebagai dokter (muslim) sudah memberikan kita kesehatan, sebagai ilmuwan (muslim) telah mendapat penghargaan nobel, telah menciptakan teknologi baru yang kita gunakan setiap saat, Ada pahlawan olahraga yang menyenangkan kita, seperti Muhammad Ali dan Kareem Abdul Jabbar,” papar Obama.

Bahkan, terang Obama, ketika tim USA bergabung pada Olimpiade dan ketika bendera Amerika berkibar ada yang menjadi juara di event tersebut menggunakan hijab. Di bawah asuhan Muhammad, dia datang ke sini,” kata Obama.

Obama menegaskan, muslim Amerika telah membuat Negara aman.” Ada yang menjadi polisi, pemadam kebakaran, mereka ada di dalam keamanan kita. Ada yang menjadi intelijen yang memberikan keamanan kita. Mayoritas muslim di dunia adalah sumber perdamaian,” ucapnya..

Namun demikian, kata Obama, tidak dipungkiri sebagian kecil dari pada muslim keluar dari penafsiran kelahiran Islam.

“Ini bukanlah ekstrimis pertama di dalam sejarah yang menyalahgunakan nama Tuhan. Kita sudah pernah liat sebelumnya. Kita harus memahami bahwa serangan dari satu pihak bukan berarti serangan dari masyarakat (muslim) itu,” jelasnya.

“Kata pertama yang terungkap dari Al-Quran adalah Iqro, bacalah, mencari pengetahun untuk mempertanyakan asumsi. Jika kita mengharapkan martabat kita dihormati, hendaknya kita menghormati martabat orang lain,” tutupnya.(***)

Most Popular

To Top