Tech

20 Tahun Mendatang Kampung di Bulan Selesai Terbangun

bulan

Ayonews, Jakarta

Siapa yang tidak ingin pergi keluar angkasa untuk berlibur bersama keluarga. Pasti  di antara kita sangat ada yang menginginkan berlibur ke bulan.

Kepala Badan Antariksa Eropa (ESA) Johann-Dietrich Woerner telah mengungkapkan ide-ide unik untuk membangun ‘Moon Village’ internasional untuk tempat liburan bagi seluruh dunia.

Bahan bagngunan akan menggunakan sumber daya alam dari permukaan bulan untuk dibuat permanen guna tujuan ilmu pengetahuan, bisnis, dan bahkan pariwisata.

Sekitar 50 tahun setelah manusia pertama berjalan di bulan, Woerner mengatakan langkah berikutnya adalah untuk mendirikan tempat permanen yang dapat digunakan sama seperti Stasiun Antariksa Internasional (ISS).

Ia merekomendasikan pemukiman di kutub atau di daerah yang mendapatkan cahaya yang stabil di siang hari, jauh dari sisi bulan. Dalam bayangan bulan, pemukim akan dilindungi dari radiasi kosmik dan matahari yang masuk. Lokasi tersebut juga akan mengurangi risiko micrometeorites, dan suhu ekstrim.

Lokasi ini diyakini akan menjadi lokasi yang cocok untuk membangun teleskop radio dengan sumber daya alam bulan, sebagai pengganti membawa bahan dari Bumi. Dilansir dari laman Dailymail, pembangun rumah di bulan bertujuan untuk menjadi fasilitas serbaguna yang membuka pintu untuk eksplorasi ruang angkasa yang lebih jauh.

Untuk mengaktifkan Moon Village, kata dia, diperlukan kerja sama dari berbagai negara untuk mewujudkan mimpi ambisius ini. Masing-masing negara yang terlibat bisa berkontribusi dalam hal sumber daya manusia, maupun menyumbangkan teknologi berupa robot.

ESA memprediksi pembangunan Moon Village ini akan bekerjasama dengan Amerika, Rusia, Cina, India, dan badan ruang angkasa Jepang. Teknologi ini diperkirakan bisa dipakai 20 tahun lagi.(***)

Most Popular

To Top