Nasional

‘Serangan’ Laser Mulai Resahkan Pilot Penerbangan, Belumk Ada Pelaku yang Ditangkap Polisi

plane-laser-630-620x413

Ayonews, Yogyakarta

Menjamurnya penjual sinar laser hijau mulai berdampak negatif. Belakangan ini, beberapa kejadian ‘serangan’ laser menimpa pesawat terbang yang hendak mendarat di bandara. ‘Serangan’ laser ini sangat membahayakan karena bisa memecah konsntrasi pilot pesawat.

Kejadaian terakhir,’serangan’ laser menyerang pesawat yang tengah mengudara di atas langit Daerah Istimewa Yogyakarta. Akibat kejadian itu, pilot pesawat yang mertasa terganggu melapor ke AirNav Indonesia, BUMN yang menyelenggarakan jasa navigasi penerbangan.

Kemudian, laporan tersebut dilanjutkan ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Polda DIY pun bergerak melacak ‘penembak’ laser ke pesawat yang mengudara di langit Yogyakarta. Polda menurunkan tim khusus memantau dan menyelidiki kasus ini.

“Polda, Polres Sleman, serta (Polres) Bantul sudah menurunkan tim untuk memantau dan menyelidiki oknum masyarakat yang diduga menggunakan laser tersebut,” ujar Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Hudit Wahyudi.

“Tetapi apabila ditemukan, pelaku dan barang bukti laser tersebut digunakan untuk membahayakan penerbangan akan ditangkap dan diproses hukum sesuai dengan perbuatannya,” sambung Hudit.

Selain itu polisi juga bergerak secara persuasif melalui Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar tak menggunakan sinar laser yang bisa berbahaya bagi penerbangan.

Gangguan sinar laser terhadap penerbangan di Yogyakarta sebelumnya disampaikan Kadisops Lanud Adisutjipto Kolonel Pnb Bonang Bayuadi.

“Laser strike yang terjadi berasal dari daratan yang ditembakkan ke arah pesawat terbang yang melintas,” ujarnya.

Secara teknis, kata Bonang, hal ini tidak mengganggu atau merusak sistem pesawat terbang. Namun, bisa menjadi sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan insiden penerbangan apabila Sinar laser ditembakkan langsung ke arah pilot.

AirNav Indonesia yang memandu lalu lintas penerbangan di Indonesia menyebut laporan gangguan sinar laser terjadi di sejumlah bandara.

“Laser ini sudah di banyak tempat terjadi. Di (bandara) Soekarno-Hatta ada, di Batam ada, kemudian sebelumnya lagi di Bali ada laporan. Kemarin di Yogya itu sudah beberapa kali, terjadinya di beberapa tempat,” ujar Direktur Operasi AirNav Indonesia, Wisnu Darjono.

AirNav Indonesia,, beberapa kali menerima laporan pilot yang diganggu sinar laser. AirNav selalu meneruskan laporan ini ke pihak berwenang.

“Laser selalu kami laporkan ke otoritas bandar udara, urusannya yang punya wilayah bandar udara, supaya ditindaklanjuti. Karena memang lasernya bukan laser pointer yang buat presentasi, itu seperti senter lingkarannya, jaraknya bisa ratusan meter,” tutur Direktur Operasi AirNav Indonesia, Wisnu Darjono.

Wisnu tidak mengetahui persis apakah laporan tersebut ditindaklanjuti oleh pemkot atau polisi. Namun yang jelas, bila sudah dilaporkan, maka gangguan orang yang menembak laser itu serta merta tidak ada.

“Di Bali dua kali, sekitar pekan lalu, dilaporkan ke polsek, polres, sudah dilaporkan. Sampai hari ini tak ada laporan lagi. Di Soekarno-Hatta awal tahun lalu, sekali-dua kali kami laporkan, nggak tiap hari ada (gangguan laser). Buktinya setelah lapor, lama terus nggak ada (gangguan laser). Orangnya nggak tahu ditangkap atau nggak. Setelah diurus polisi mudah-mudahan nggak ada lagi,” tutur Wisnu.

AirNav Indonesia sebelumnya menyatakan menerima laporan pilot soal gangguan laser. Peristiwa di Yogyakarta yang diungkap Kadisops Lanud Adisutjipto Kolonel Pnb Bonang Bayuadi, itu sudah terjadi untuk kesekian kali.

“Laser ini sudah di banyak tempat terjadi. Di (bandara) Soekarno-Hatta ada, di Batam ada, kemudian sebelumnya lagi di Bali ada laporan. Kemarin di Yogya itu sudah beberapa kali, terjadinya di beberapa tempat,” kata Wisnu.

Wisnu juga menyatakan, laser sangat berbahaya bagi penerbangan, mengganggu konsentrasi pilot. Rata-rata pilot mendapat gangguan saat hendak mendarat.

“Laser hijau itu silau sekali lho. Berbahaya untuk pendaratan, umumnya laporan pilot mau landing, tak pernah kami dapatkan laporan mau take off,” tuturnya.

Pilot yang melapor ke AirNav Indonesia, yang memandu lalu lintas penerbangan, selalu yang hendak mendarat, dengan ketinggian di bawah 300 meter. Biasanya sekitar ketinggian 150 meter dari tanah dan pesawat mengambil posisi pendaratan. Apalagi, imbuh Wisnu, sinar laser itu diameternya seperti senter 5-10 cm.

“Nyorot wajah beneran itu sak wajah langsung ketutup. Bahaya sekali kalau pilotnya dapat sorotan seperti itu. Pilot mendapatkan faktor kesulitan saat mendarat. Harusnya dengan konsentrasi penuh jadi terganggu karena ada itu, wajahnya kan harus dimiringkan ke sini hindari sorotan,” imbuh dia.(***)

Biasanya, orang yang iseng mengganggu pesawat dengan laser itu dari bawah dari sekitar perkampungan dekat bandara.

“Pilot mendarat harus konsentrasi penuh dan sebagainya, dia harus baca instrumen ketinggian, arahkan pesawat ke landasan dengan tepat, pendaratan dengan tepat dan sebagainya. Konsentrasinya diganggu dengan laser kemudian pandangannya diganggu dengan laser, sangat membahayakan hazard situ,” jelas Wisnu.

Selama ini hanya pesawat yang mendapat gangguan. Menara Air Traffic Controller (ATC) yang berada di ketinggian, belum ada laporan pernah diganggu. AirNav Indonesia sendiri selalu meneruskan laporan pilot ke otoritas bandara, polisi dan pemerintah kota.(***)

Most Popular

To Top