Ekonomi

Manipulasi Alat Ukur Dispenser, Pertamina Beri Sanksi 3 SPBU di Madiun

spbu

Ayonews, Jakarta

PT Pertamina memberi sanksi kepada tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)  di Madiun, Jawa  Timur, lantaran ketiga SPBU diduga melakukan praktik manipulasi alat ukur dispenser. SPBU tersebut, yakni dua SPBU di Kota Madiun dan satu SPBU di Kabupaten Madiun.

Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang mengatakan, pada prinsipnya Pertamina tidak akan pandang bulu dalam menerapkan sanksi terhadap SPBU yang terbukti melanggar,

“Apapun latar belakang pemiliknya. Upaya pembinaan dilakukan mulai dari teguran, skorsing hingga Pemutusan Hubungan Usaha (PHU),” tegas  Ahmad dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (4/3/2016)..

Menurut Ahmad, Pertamina akn bertindak sangat tegas apabila menemukan SPBU yang main-main.Pertamina  tidak akan tutup mata, dan akan diberikan pembinaan sesuai porsi dan tingkat kesalahannya. Mulai dari yang ringan yaitu teguran atau surat peringatan, pengurangan alokasi, skorsing, hingga PHU jika kesalahan sangat fatal seperti menjual BBM subsidi ke industri.

Kepada konsumen, Ahmad meminta bila  tidak puas dengan pelayanan di SPBU, dapat menginformasikan melalui kontak Pertamina di nomor 500 000 (jika via HP di nomor 021 500 000) atau melalui pesan singkat di 08159500000.

“Kami akan sangat mengapresiasi apabila konsumen dapat menyampaikan keluhan langsung terkait dengan pelayanan SPBU. Kami sangat memperhatikan hal tersebut sebagai referensi untuk diverifikasi dan dilakukan pembinaan yang diperlukan,” tambahnya.

Selain itu, Bambang mengungkapkan, Bupati Madiun Muhtarom saat ini tidak memiliki kerjasama usaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dengan Pertamina sehingga teguran yang sudah dilayangkan Pertamina kepada tiga SPBU di Madiun, tidak terkait dengan Bupati Madiun.

“Kami mohon maaf apabila ada terjadi kekeliruan persepsi yang muncul terkait dengan isu ini, untuk itu kami luruskan bahwa Pak Muhtarom tidak memiliki kerjasama usaha SPBU dengan Pertamina,” tandasnya.

Soal konsumsi Premium di Kabupaten dan Kota Madiun dalam dua bulan pertama 2016, menurut Ahmad,  mencapai sekitar 13 ribu KL. Adapun konsumsi Solar pada periode yang sama sebanyak 4.600 KL.(***)

Most Popular

To Top