Pilgub

Ahok: Jabatan itu Amanah, Kalau Tuhan Berkehendak, Kunfayakun, Jadi Gue Gubernur Lagi..

images-5.jpg.jpeg

Ayonews, Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok tak ambil pusing soal upaya DPR melempar wacana untuk menaikkan syarat untuk calon kepala daerah-calon wakil kepala daerah dari jalur independen atau perseorangan.

Banyak kalangan menilai wacana DPR itu untuk menjegal calon independen. Namun lain bagi Ahok. Justru wacana itu positif.  Bukanlah upaya untuk menjegal dirinya.

Ahok bertekad akan tetap maju melalui jalur perseorangan bersama relawan Teman Ahok yang mengumpulkan KTP dukungan.

“Bukan (menjegal). Biasa aja. Nggak bisa jegal juga kok, kunfayakun ya jadi gue,” kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.

Dengan adanya  rencana menaikkan syarat jumlah dukungan itu, lanjut Ahok, artinya Teman Ahok harus berjuang lebih keras lagi. Meskipun ia yakin, bahwa nantinya Teman Ahok berhasil mengumpulkan KTP dukungan sesuai dengan yang disyaratkan.

“Nggak apa-apa, artinya Teman Ahok harus kerja lebih keras lagi. Mereka dapet kok sejuta. Kalau terlambat ya sudah Ahok nggak jadi Gubernur lagi,” katanya.

Ahok sendiri mengaku tidak mengkhawatirkan jabatannya jika tidak diembannya lagi. Karena itu, ia tidak pernah mempermasalahkan jika adanya usaha untuk menjegal dirinya.

“Aku mah santai aja, jabatan itu amanah. Lu nggak usah rebut, Tuhan yang kasih, Tuhan yang ambil. Yang penting lu kerja yang bener aja,” tegasnya.

Seperti diketahui, pada dalam Pasal 41 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015, pasangan calon kepala daerah harus memenuhi syarat dukungan antara 6,5 persen sampai 10 persen dari jumlah penduduk di daerah masing-masing.

Namun, Mahkamah Konstitusi, mengubah syarat dukungan sebanyak 6,5 persen-10 persen dari jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) terakhir.

DPT untuk Pilgub DKI sendiri pada tahun 2012 mencapai 6,9 juta dari total jumlah penduduk DKI kurang lebih 10 juta.

Sementara, Ahok yang didukung oleh relawan Teman Ahok saat ini sudah berhasil mengumpulkan 784.000 KTP dari target 1 juta KTP. Sedangkan, syarat minimal dari KPUD DKI untuk maju perseorangan yaitu 532.000 KTP dukungan.(***)

 

Most Popular

To Top