Gaya Hidup

Polisi Wonosobo Gagalkan Proses Pernikahan Pria dengan Pria depan Penghulu KUA

pernikahan-pria_20160316_154257

Ayonews, Wonosobo

Dua pria di Wonosobo Jawa Tengah ini bikin geger. Pasalnya, kedua pria ini hendak menikah di hadapan penghulu KUA. Sebelum pernikahan sejenis itu terjadi,  warga Desa Teges Wetan, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, lapor ke polisi.

Kepolisian Sektor Kepil resor Wonosobo, Jawa Tengah, yang mendapat laporan langsung bergerak cepat. Polisi berhasil menggagalkan pernikahan abnormal ini dengan cara persuasif dan kekeluargaan.

Dibantu oleh Kepala Desa Teges Wetan, Hendri Puryanto, bersama perangkat desa dan beberapa tokoh masyarakat serta tokoh Agama, akhirnya kedua calon mempelai berikut orangtua masing-masing menyadari kemudian mengurungkan niat untuk melangsungkan pernikahan.

Facebook Humas Polri

Andi Budi Sutrisno alias Andini (27), si calon pengantin yang diasumsikan sebagai pengantin perempuan telah berpakaian pengantin putri.

Bahkan orangtuanya seperti dikutip  dari Facebook Humas Polri, Rabu (16/3/2016), ternyata sudah mengumumkan pernikahan anaknya kepada Jamaah pengajian sejak 3 hari sebelumnya.

Pihak keluarga Andini juga sudah memberitahukan akan menerima rombongan pengantin laki-laki yang bernama Didik Suseno dari Desa Pituruh, Kabupaten Purworejo.

Parahnya lagi, Andini dan keluarga sudah membagi-bagikan nasi kenduri kepada warga sekitar sebagai wujud syukur pernikahannya.

Di lain pihak, keluarga calon mempelai laki-laki sudah meminta surat numpang nikah (NA) dari KUA Kecamatan Pituruh serta telah mengurus berkas pernikahan di KUA Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo.

Setelah diberikan penjelasan, para calon mempelai dan keluarganya menyadari akan kesalahan yang telah diperbuat serta bersedia tidak melanjutkan kegiatan pernikahan tersebut. Sementara itu, calon mempelai ‘perempuan’ menyampaikan kekecewaannya.

“Sedih sih mas. Namun mau bagaimana lagi. Karena memang tidak boleh menurut undang-undang dan Agama, ya saya cuma bisa pasrah,”ungkap Andini.

Kapolsek Kepil, Ajun Komisaris Polisi Surakhman mengatakan, pihaknya memang langsung mendatangi lokasi dan menggagalkan pernikahan sejenis tersebut.

“Kami menerima laporan dari masyarakat tentang rencana dilakukannya pernikahan sejenis. Karena kegiatan ini jelas melanggar hukum dan meresahkan masyarakat sekitar, Kami langsung bertindak dan menggagalkan pernikahan tersebut” ucap Kapolsek.

Agar ke depan tidak lagi terjadi kejadian seperti ini, Kapolsek mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa saling peduli dan saling mengingatkan satu sama lain.

“Jadi, ketika ada kegiatan yang bertentangan dengan hukum, dapat dicegah dan tidak menimbulkan akibat yang fatal,” ucap AKP Surakhman, SH.(***)

Most Popular

To Top