Ibukota

Berkeliaran di Wilayah Senen, 3 PSK Alumnus Kalijodo Digaruk Petugas Dinsos

images (91)

Ayonews,Jakarta 

Hilangnya lahan Kalijodo sebagai tempat mencari mangsa lelaki hidung belang, tak menyurutkan pada pekerja seks komersial (PSK)  untuk terus beroperasi. Mereka mencari tempat baru agar bisa bisa bertahan hidup.

Masih berkeliarannya PSK alumnus Kalijodo ini membuat petugas Dinas Sosial DKI kembali sibuk untuk menertibkan mereka. Selasa (15/3/2016) malam petugas Dinsos menemukan mereka berkeliaran di Jakarta Pusat.

Razia yang berlangsung dari pukul 21.00 WIB hingg 23.00 WIB, Dinsos mengerahkan36 Petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) berseragam biru langit. Petugas menyisir kawasan Gunung Sahari, Cempaka Putih, seputar Stasiun Senen, Kramat Raya, hingga Taman Lawang, Jakarta Pusat.

Di kawasan dekat Stasiun Senen, tepatnya di depan Gedung Bioskop, petugas sempat ‘adu mulut’ dengan orang yang diduga sebagai PSK.

“Saya habis makan di sini!” kata salah satu dari tiga perempuan usia 30 tahunan itu di lokasi.

Tiga orang perempuan itu bersikeras sebagai warga DKI yang sah, salah satu di antaranya bahkan menunjukkan KTP. Namun demikian, tetap saja petugas P3S menenteng mereka masuk ke truk dinas sosial yang bisa muat 12 orang itu.

“Ya sudah, masuk dulu (ke truk dinas sosial). Kalau ada keluarga nanti bisa diurus, yang penting sekarang masuk dulu,” kata petugas P3S.

Di Taman Lawang, petugas P3S mendapati seorang waria. Dia sedang mangkal di warung kecil dalam cahaya remang. Waria itu terlihat memakai baju berbelahan dada rendah. Tanpa perlawanan, waria itu masuk ke truk dinas sosial.

“Hari ini, total yang diangkut ada 23 orang, termasuk satu waria dan tiga PSK. Sisanya gelandangan,” kata Staf Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Sudin Sosial Jakarta Pusat, Sukarno, usai razia.

Usai mereka terjaring dalam Razia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) ini, mereka akan dibawa ke panti penampungan sementara, Kedoya, Jakarta Barat. Anak jalanan akan dibina selama 21 hari, dan PSK akan dibina maksimal tiga bulan.

“Indikasi kelompok PMKS ini adalah yang tak punya KTP DKI. Kalaupun ada KTP DKI tapi mengganggu ketertiban maka akan tetap dibawa, seperti pengamen,” kata Sukarno.(***)

Most Popular

To Top