Uncategorized

Ahok Rutin Laporkan Harta Kekayaan ke LHKPN

2016-02-02-12.42.29.png.png

Ayonews, Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku rutin melaporkan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kalau saya sih laporan rutin,” kata pria yang akrab disapa Ahok tersebut di Grand Hyatt Hotel, Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (14/3/2016).

Ahok juga mewajibkan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyampaikan LHKPN.

Dari tingkat pejabat eselon IV sampai ke tingkat yang paling tinggi.

“Penting, supaya bisa monitor jujur atau tidak jujur,” katanya.

Dengan melaporkan LHKPN, akan dengan mudah seseorang pejabat diketahui korupsi atau tidak.

“Kalau tiba-tiba ada laporan si A naik lamborghini atau seorang Camat punya mobil Fortuner. Dia lapor tidak? Kalau dia bilang pinjam, berarti itu bentuk gratifikasi,” imbuh dia.

Setiap pejabat wajib menyampaikan LHKPN, hal itu tertuang dalam beberapa aturan.

Diantaranya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

Kemudian Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Serta Keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor KEP. 07/KPK/02/2005 tentang Tata Cara Pendaftaran, Pemeriksaan dan Pengumuman LHKPN.(***)

Most Popular

To Top