Hukum & Kriminal

Kasus Narkoba Bupati OI, Komjen Buwas: Ini Kepala Daerah Arogan, Jangan Dikasih Ampun

images (77)

Ayonews, Jakarta

Bupati Ogan Ilir Sumatera Selatan Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi (27) bak seekor belut yang sulit ditangkap. Perlu waktu berbulan-bulan bagi Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk membekuknya.

Yang membuat BNN kesulitan, Noviadi dan kawan-kawannya memakai narkoba di rumah pribadinya yang selalu dijaga ketat. Bahkan pada proses penangkapan, BNN sempat mendapat perlawanan.
Nofi ditangkap Minggu (13/3) malam di rumah orang tuanya di Palembang, diduga saat mengkonsumsi narkoba. Selain Nofi, ada empat orang lain yang ditangkap. Di rumah itu juga ada wakil Nofi di Ogan Ilir dan ketua DPRD setempat.

“Kita lakukan (penyelidikan) kurang lebih 3 bulan, karena sulit. Dia selalu melakukan itu di kediamannya yang dijaga dengan ketat dengan oknum-oknum pengamanan yang telah dibentuk oleh yang bersangkutan,” kata Ketua BNN Komjen Budi Waseso saat jumpa pers di kantornya, Cawang, Jakarta Pusat, Senin (14/3/2016)

“Sempat ada perlawanan, jadi kita tidak bisa mendapatkan barang bukti. Kita sempat melakukan penembakan ke udara sebagai bentuk peringatan,” sambung  pria yang akrab disapa Buwas ini.

Buwas tak mau menggunakan istilah korban bagi Nofi. Menurutnya, bupati yang baru dilantik sebulan lalu itu tidak layak direhabilitasi. Sebab Nofi adalah penentu kebijakan. Seharusnya memberi contoh yang baik.

“Yang seperti ini tidak benar dan tidak menutup kemungkinan hal Ini yang dilakukan oleh pengedar untuk menutupi kejahatannya. Kita tidak asal asalan mengatasi masalah ini. Kita sikapi dan lanjutkan dengan penegakkan hukum,” paparnya.

Jenderal bintang tiga ini memastikan, walau ada perlawanan, namun anggotanya tetap bisa mengendalikan situasi. Meski ada alat bukti yang hilang, namun kasus ini tetap bisa berjalan.

“Memang kemarin sempat ada perlawanan, dan perlawanan Ini yang menyebbakan ada menghilangkan alat bukti. Kita tidak bisa membiarkan, kepala daerah yang arogan, yang merasa tak tersentuh,” tegasnya. (***)

Most Popular

To Top