Ibukota

Ahok Sebut Ide Yusril Kadaluarsa

Ahok-vs-Yusril1Ayonews, Jakarta

 

Wacana Yusril Ihza Mahendra, untuk melikuidasi Pemerintah Provinsi DKI jika dia terpilih menjadi gubernur pada pemilihan kepala daerah 2017 ditanggapi santai oleh Basuki Tjahaja Purnama akab disapan Ahok. Menurut Ahok, ide Yusril tersebut hal sudah kedaluwarsa, karena sudah pernah digagas oleh Sutiyoso ketika dia menjadi gubernur DKI.

“Kalo aku seneng kalo dia berhasil, lebih untung dong,” kata Ahok di Jakarta, Senin (14/3).

Jika wacana itu bisa terwujud maka yang memiliki wewenang untuk memilih gubernur atau menteri Ibukota adalah Presiden.

“Ya gua bisa jadi menterinya. Pastinya Pak Jokowi dua periode. 10 tahun. Lo likuidasi aja, entar malah gua yang menterinya lagi. Enak dong jadi gak usah kampanye,” ucap Ahok.

Yusril memiliki rencana besar untuk melikuidasi Jakarta sebagai provinsi. “Kalau saya terpilih menjadi gubernur, saya hanya mengatur Jakarta dalam masa transisi. Ke depan, Jakarta dilikuidasi. Tidak ada lagi gubernur. Tidak ada lagi DPRD. Yang ada menteri urusan Ibukota, kemudian komisi urusan Ibukota, serta Walikota saja,” kata Yusril pada¬† Jumat (11/3) sore.

Yusril mengatakan, wajah Jakarta sebagai Ibukota adalah cerminan wajah Indonesia.

Semrawutnya Jakarta seperti banjir dan macet, katanya, menjadi kesan utama bahwa Indonesia juga seperti itu. Yusril mencontohkan, Manila dan Kuala Lumpur sebagai Ibukota negara lebih baik kondisinya dari Jakarta, tetapi kemacetan bisa teratasi, transportasi memadai.

Menurut Yusril, Manila dan Kuala Lumpur bisa menjadi seperti itu karena wilayahnya bukan berdiri sendiri seperti Jakarta.

Jakarta harus diatur oleh menteri khusus, bukan sekelas gubernur. Jabatan menteri khusus yang dipilih langsung oleh Presiden, sehingga bisa berkoordinasi dengan berbagai wilayah provinsi terdekat tanpa hambatan birokrasi atau ego sesama kepala daerah. (***)

Most Popular

To Top