Ibukota

Gila, Es Teh Manis yang Dijual di Monas Airnya dari Buangan Drainase di Kolong Rel Kereta

Satpol PP Tindak PKL Monas yang Diduga Jual Es Teh dari Air BuanganFoto: Dokumentasi Satgas Satpol PP DKI Kecamatan Gambir
Ayonews, Jakarta
Awas jangan jajan sembarangan di sekitar Monas. Baru-baru ini Satgas Satpol PP Gambir Jakarta Pusat menindak pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Monas yang menjual es teh manis yang airnya dari pipa drainase. Parahnya, mereka sudah berjualan es teh manis air drainase itu sejak tahun 2009.
Penindakan PKL oleh Satgas Satpol PP Gambir Jakarta Pusat ini dilakukan pada Rabu (9/3/2016) lalu. Selama ini, banyak PKL yang berjualan es teh pakai nampan di trotoar luar pagar Monas, di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Medan Merdeka Utara.”Sering kami tertibkan, tapi kok masih ada aja. Kami telusuri dari mana sumbernya karena mereka selalu berlari ke arah yang sama. Ada taman Chairil Anwar dekat es krim Ragussa di sana. Itu posisinya di bawah kolong rel kereta. Di situ kami menemukan proses pembuatannya,” jelas Kepala Satgas Satpol PP Kecamatan Gambir, Hari Aprianto, Jumat (11/3/2016) malam.

Menurut Hari, ternyata penjual es teh manis itu semacam sindikat. Adaa yang bertugas membuat dan ada yang bagian menjual. Pihaknya pun langsung menelusuri sumbernya yang membuat.

“Saya belum bisa pastikan airnya dari kucuran drainase atau bukan. Pas kami sampai di sana mereka sedang menadah air drainase dengan baskom. Gelas-gelas plastik bekas pakai mereka kumpulkan, cuci, digunakan lagi buat dagang,” imbuh Hari.

Dia menambahkan pembuat teh itu membuat konsentrat teh dari rumah dan dibawa ke dalam jeriken yang tidak layak untuk makanan. Dari observasi lapangan Satpol PP, kemudian ditemukan lagi toren air yang diduga menampung air buangan untuk dibuat es teh.

“Mereka sudah membawa konsentratnya, dicampur air. Besar kemungkinan campur air itu untuk pembuatannya. Iya itu air buangan, kayak ada pipa keluar air. Kasat mata bening, tetap aja itu bukan untuk konsumsi,” jelas Hari.

Hari mengakui PKL yang membuat es teh dari air buangan itu memang masih dugaan. PKL tidak mengaku setelah diinterogasi Satpol PP.

“Tadi saya sempat ke lokasi, keterangan dari warga sekitar sudah lama, dari 2009 sudah ada produksi itu. Warga sekitar juga nggak mau minum. Penjualnya sama anggota saya diminta mencoba minum, dia juga nggak mau, berarti kan nggak yakin sama produksinya dia,” paparnya.

Jadi PKL itu melanggar tempat berjualan di trotoar juga yang diperdagangkannya diduga berbahaya. Es teh itu sering dijajakan pada pengunjung Monas kala siang hari terik dengan harga Rp 5 ribu.

“Kemarin yang kita amankan pembuatnya, PKL amankan barang dagangannya. Pembuatnya diamankan. Kalau dari keterangan warga sekitar 3-4 orang, kita amankan 1 orang. Sudah diserahkan ke Polsek Gambir,” tandas Hari.(***)

Most Popular

To Top