Korupsi

Petinggi PT Berdikari Resmi Tersangka Pengadaan Pupuk Urea

kpk

Ayonews, Jakarta

Dalam pengembangan penyelidikan kasus pengadaan pupuk urea tablet tidak bersubsidi tahun 2010-2012, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencium adanya tindak pidana pemberian hadiah atau janji (suap) yang terjadi dalam proses pengadaan pupuk-pupuk tersebut.

“Berdasarkan pengembangan penyelidikan, KPK bisa meningkatkan status menjadi penyidikan berdasarkan dua alat bukti permulaan yang cukup,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Priharsa Nugraha dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (8/3).

“Untuk itu, KPK resmi menetapkan seorang pejabat struktural PT Berdikari yang menjabat sebagai Vice Presiden dan Direktur Keuangan berinisial SM (Siti Marwa). Yang mana SM patut diduga menerima sejumlah hadiah dari sejumlah perusahaan,” tambahnya.

Kendati demikian, Priharsa belum mengungkap secara rinci berapa nominal yang diterima tersangka. Yang jelas, uang senilai lebih dari Rp 1 miliar sudah dikantongi Siti Marwa dalam kurun waktu dua tahun yaitu sejak 2010 sampai 2012.

Dia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, PT Berdikari memesan pupuk kepada vendor, dan agar vendor dapat proyek, maka diberikan sejumlah uang kepada tersangka.

“Sementara ini kami baru menetapkan satu tersangka yaitu SM sebagai penerima suap, sedangkan pemberi suap, untuk kepentingan penyidikan, belum bisa disampaikan,” imbuhnya.

Lanjut Priharsa, terkait kasus ini, KPK sudah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi. Dua kantor PT Berdikari di Jalan Merdeka Barat dan Yos Sudarso serta kediaman SM di Tebet, Jakarta Selatan sudah menjadi sasaran awal penyidik antirasuah. Hasilnya, penyidik menyita sejumlah dokumen.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan atas Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (***)

Most Popular

To Top