Nasional

Kasus Papa Minta Saham Tak Jelas, MKD Digugat

ini-kronologi-3-pertemuan-dengan-freeport-versi-setya-novanto-1

17 anggota masyarakat yang terdiri beragam profesi telah mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Jakarta Pusat atas ketidakjelasan hasil sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI dalam memeriksa Setya Novanto terkait PT. Freeport Indonesia, ‘Papa Minta Saham’.
Melalui kuasa hukumnya, Sugeng Teguh Santoso gugatan didaftarakan dengan Nomor: 620/Pdt G/2015.
“MKD yang memeriksa Setya Novanto ternyata tidak membuat putusan apakah Setya Novanto sebagai anggota DPR melanggar etika atau tidak yang disampaikan dalam sidang terbuka MKD,” ujar Sugeng dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Senin (7/3).
Menurutnya, ketiadaan putusan terhadap kasus pemeriksaan Setya Novanto ini, bisa dinilai sebagai suatu impunitas atau kekebalan oleh MKD kepada Setya Novanto.
“Dengan tidak adanya putusan MKD yang menyatakan Setya Novanto melanggar kode etik atau tidak, maka Setya Novanto sebagai anggota DPR tidak dikenakan sanksi,” imbuhnya.
“Selain itu ada potensi Setya Novanto bisa lolos dalam kasus yang saat ini diperiksa oleh Kejaksaan Agung terkait rekaman minta saham kepada PT. Freeport Indonesia,” tambahnya.
Dia melanjutkan, buat anggota masyarakat, tindakan MKD yang tidak membuat putusan ini adalah tindakan melanggar hukum karena melalaikan kewajibannya membuat putusan.
Para tergugat adalah seluruh anggota MKD, antara lain: Surahman Hidayat, Kahar Muzakir, Junimart Girsang, Sufmi Dasco Ahmad, A. Bakri, Adies Kadir, Achmad Dimyati Natakusumah, Muhammad Prakoso, Guntur Sasono, Darizal Basir, Syarifuddin Sudding, Sukiman, Risa Mariska, Ridwan bae, Maman Imanul Haq, Supratman, Andi Agtas, Victor Laiskodat dan Akbar Faizal.

Most Popular

To Top