Hukum & Kriminal

Jaksa Koleksi 2 Hukuman Mati Dilawan Mafia Narkoba Hongkong

image

Ayonews, Jakarta
Vonis mati diketok majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) terhadap sindikat sabu asal Hong Kong, Cheng Tin Kei. Vonis tersebut membuat Cheng terbelalak. Dia  tidak terima dengan vonis mati itu. Cheng pun melakukan perlawanan untuk lolos.

“Kami menyatakan keberatan, kami ajukan banding Yang Mulia,” ujar kuasa hukum Cheng Tin Kei, M Alim, saat sidang putusan di PN Jakut, Jl RE Martadinata, Senin (7/3/2016).

Cheng mengajukan banding dan berharap hakim di Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta meloloskan dirinya dari hukuman mati. “Kami pada intinya keberatan dengan putusan tersebut,” ucap M Alim singkat usai sidang.

Atas upaya perlawan tersebut, jaksa penuntut umum Aji Susanto dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Kejati DKI) tidak ambil pusing. JPU Aji mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan memori kontra banding.

“Kalau mereka banding kita juga langsung banding, kita lawan!” tegas Aji yang sudah mengoleksi 2 hukuman mati ini.

Aji menegaskan, hukuman mati kepada Cheng Tin Kei sudah tepat karena barang haram yang diedarkannya berjumlah sangat banyak yaitu 360 kg. “Ya itu hukuman yang sesuai mengingat barang buktinya 360 kg, ya sesuai dengan perbuatannya,” ucap Aji.

Kasus Cheng bermula ketika pada Jumat 10 Juli 2015 Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mendapatkan laporan adanya transkasi sabu yang dilakukan oleh Cheng.  Polisi langsung membuntuti (surveillance) dan menemukan adanya seorang laki-laki dengan ciri-ciri sesuai dengan informasi. Pria asal Hong Kong itu masuk ke dalam ruko Bisnis Park, Jalan Pluit Karang Karya Timur, Jakarta Utara, sekitar pukul 11.00 WIB.

Ketika Cheng keluar dari ruko dengan naik motor, polisi seketika menangkapnya. Polisi menggeledah motor Cheng. Hasilnya, polisi menemukan barang bukti sabu seberat 10 kg. Polisi menggeledah mobil Cheng di tempat terpisah dan mendapatkan 350 kg sabu.(***)

Most Popular

To Top